AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf kembali digelar, Rabu (7/12/2022).
Dalam persidangan itu, Ferdy Sambo masih mencoba untuk membangun narasi bahwa dirinya tidak memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Hal itu disampaikannya saat Majelis Hakim bertanya terkait perintah Ferdy Sambo kepada Bharada E.
Disebutkan oleh Ferdy Sambo, bahwa dia hanya menyuruh Richard Eliezer agar menghajar Brigadir J, bukan menembak.
Baca Juga: Siap-Siap Naik Gaji! Begini Cara Mudah Cek Gaji berdasarkan UMK 2023 Secara Online
Ferdy Sambo juga menuturkan alasan emosional yang membuatnya ingin melakukan kekerasan kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Setelah itu akhirnya Ferdy Sambo mengaku memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E untuk menghajar Joshua.
Hal itu terlihat dalam kanal YouTube metrotvnews, saat menayangkan Ferdy Sambo dan Bharada E ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Hajar Chad, kamu hajar Chad," seru Ferdy Sambo saat memperagakan perintahnya kepada Eliezer kala itu.
Berbeda dengan Ferdy Sambo, Bharada E mengungkapkan bahwa dirinya saat itu diperintah untuk menembak bukan menghajar Joshua.
Baca Juga: Sudah Sah! Ini Daftar UMK Jawa Timur 2023, Tertinggi Capai Rp 4,5 juta, Berapakah di Kotamu?
Dari perbedaan itulah, diduga ada kejanggalan pasa gesture Ferdy Sambo saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pakar Mikro Ekspresi, Kirdi Putra menyoroti gesture kedua terdakwa yakni Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer.
Kirdi menyebut pola yang dikeluarkan oleh Eliezer dari sidang sebelum-sebelumnya hingga sekarang cukup konsisten.
Sebab, Richard Eliezer menurut Kirdi sangat ekspresif saat bersaksi di persidangan.
Begitu pula ketika ditanya hakim, Bharada E dengan respon langsung menjawab.
Sementara saat Ferdy Sambo bersaksi, disebutkan Kirdi bahwa polanya berubah-ubah.
Hal itu terlihat waktu Ferdy Sambo meminta maaf, duduk di kursi persidangan, atau saat berinteraksi dengan istrinya, Putri Candrwathi.
Kirdi Putra menuturkan dalam persidangan kali ini, Ferdy Sambo nampak sangat berhati-hati dalam menjawab pertanyaan Hakim.
Kirdi menyebut, gesture itu terlihat saat tangan Sambo dengan memegang erat microphone dan dinilai matanya selalu melirik kearah kanan.
Dimana pada posisi itu, kuasa hukumnya berada disana.
Serta diungkapkan dengan pola seperti itu Ferdy Sambo seakan meminta argumen kepada pengacaranya.
Baca Juga: Terbongkar! Ternyata Segini Janji Imbalan Ferdy Sambo ke Richard Eliezer Usai Penembakan Brigadir J
Lalu ketika ditanya tentang siapa yang terlihat jujur antara Ferdy Sambo atau Bharada E, Pakr Mikro Ekspresi nenjawab.
"Saya gak bisa bilang bahwa ini pasti jujur gitu ya," ungkap Kirdi.
"Tetapi bahwa Eliezer itu menampilkan sebuah bentuk komunikasi yang konsisten dari sebelum-sebelumnya sampai sekarang," terangnya.
Hal itu menurut Kirdi dilihat dari isi penyampaian Eliezer konsisten.
Selain itu, menurut Pakar Mikro Ekspresi menyebut bahwa cara penyampaian Eliezer juga tidak berubah-ubah.
"Jadi kalau kita lihat, kemungkinan atau kecenderungan untuk dia berkata lebih apa adanya itu lebih besar dibanding FS," ujar Kirdi Putra.***