AYOJAKARTA.COM – Persidangan lanjutan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kali ini, Benny Ali selaku mantan Karo Provos dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Dalam persidangan tersebut, Benny kemudian menceritakan saat awal dirinya dihubungi Ferdy Sambo waktu kejadian.
Baca Juga: Ronny Talapessy Mencuri Hati Warganet Indonesia saat di Persidangan: Ini Baru Pengacara Top!!
“Jadi pada hari Jumat kurang lebih jam 5.17 saya dihubungi Pak Ferdy Sambo,” ujar Benny pada Selasa (6/12/2022).
Benny menyebutkan jika dirinya dihubungi oleh Ferdy Sambo melalui telepon dan Ferdy menyebutkan telah terjadi peristiwa ‘tembak menembak’.
“Iya lewat telepon, waktu itu kebetulan kan hari Jumat itu mau libur. Jadi Sebagian anggota sudah tidak ada,” jelas Benny.
“Jadi beritanya, ‘bang, abang segera kerumah ada tembak menembak di rumah,” lanjut Benny sambil menirukan ucapan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Ferdy Sambo Buka-bukaan Tentang Isu Perselingkuhannya dengan 'Si Cantik', Begini Katanya
Setelah mendengar kabar dari Ferdy Sambo, Benny kemudian mengumpulkan sekitar enam anggota yang masih siaga untuk berkumpul.
Keenam anggota yang dikumpulkan Benny diantaranya, Pak Santo selaku Kombes Susanto dan staf pribadi, Fernanda, Aziz selaku Supir Benny dan Yoga.
Karena mendengar kabar Ferdy Sambo terkait adanya ‘tembak menembak’, Benny kemudian mengira ada kejadian yang luar biasa.
“Karena saya menerima laporan dari Pak Ferdy Sambo ada tembak menembak, saya perintahkan pasti ada kejadian yang luar biasa,” ujar Benny.
Baca Juga: Lagi! Hari Ini Gunung Kerinci Alami Erupsi, Tinggi Kolom Abu Teramati 700 Meter
Kemudian Benny memerintahkan Pak Santo dan personel lainnya untuk membawa body vest dan senjata panjang ke lokasi kejadian.
“Saya perintahkan Pak Santo dan personel yang mau berangkat kesana, tolong cari body vest, bawa senjata panjang,” ujar Benny.
“Setelah ada body best, senjata panjang, saya sampaikan ke anggota, ‘hati – hati, ini ada kasus yang sangat luar biasa,” lanjut Benny.***