Jokowi Sedih Banyak WNI yang Memilih Berobat ke Luar Negeri, Lebih dari Rp 110 Trilliun Keluar Per Tahunnya

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:17 WIB
Jokowi ungkapkan rasa sedih ketika banyak WNI yang lebih memilih untuk berobat keluar negeri, ketimbang berobat dalam negeri  (YouTube Sekretariat Presiden)
Jokowi ungkapkan rasa sedih ketika banyak WNI yang lebih memilih untuk berobat keluar negeri, ketimbang berobat dalam negeri (YouTube Sekretariat Presiden)

AYOJAKARTA.COM - Dalam kesempatannya untuk menghadiri peresmian Tower Baru RSUD Soedarso, Selasa (9/8/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) tekankan pentingnya peningkatan sistem kesehatan di Tanah Air.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 selama 2,5 tahun terakhir mampu memperlihatkan sistem kesehatan nasional yang butuh diperbaiki dan ditingkatkan untuk melayani seluruh masyarakat.
 
Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan bahwa momentum tersebut merupakan saat yang tepat untuk memperbaiki sistem kesehatan di Tanah Air.
 
 
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (11/8/2022) dalam kunjungannya, Presiden Jokowi mengungkapkan rasa sedihnya ketika mengetahui banyak WNI yang lebih memilih untuk berobat keluar negeri ketimbang pengobatan dalam negeri.
 
"Saya itu paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri, ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang, ke Amerika." ucap Jokowi.
 
Pasalnya, jumlah uang yang keluar untuk berobat keluar negeri diketahui tidak kecil.
 
 
"Berapa _outflow_ kita? Uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri, lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya," sambung Jokowi.
 
Dalam kesempatan itu, Presiden meyakini bahwa RSUD dr. Soedarso yang memiliki luas tanah 26,63 hektare, memiliki fasilitas modern yang mampu melayani dan menangani kasus-kasus atau penyakit yang ada di masyarakat sekitar.
 
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, mengatakan bahwa rumah sakit yang diresmikan tersebut tidak akan dikategorikan berdasarkan kelas, melainkan penanganan jenis penyakit setiap pasien.
 
 
"Rumah sakit ini nanti dioperasikan tanpa kelas, Pak, karena kami berpendapat rumah sakit itu, kelas itu (seharusnya) tergantung dari jenis penyakitnya. Jadi tidak memandang dari sisi kemampuan membayar, tetapi dari sisi jenis penyakitnya," tutur Sutarmidji.*** (Arif Nurrohman)

Editor: Desi Kris

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

P-21, Berkas Dinyatakan Lengkap, FS Siap Disidang!

Kamis, 29 September 2022 | 13:01 WIB
X