Nasional

Tepat Setahun Erupsi, Kini Semeru Kembali Bergejolak: 4 Desember 2021-2022

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Minggu 04 Des 2022, 16:56 WIB
Gunung Semeru dini hari Minggu, 4 Desember 2022 tadi kembali bergejolak alami erupsi setelah 'tertidur' setahun lamanya.

AYOJAKARTA.COM – Gunung Semeru dini hari Minggu, 4 Desember 2022 tadi kembali bergejolak alami erupsi setelah 'tertidur' setahun lamanya.

Tepatnya 4 Desember 2021 lalu, Gunung Semeru juga alami erupsi dengan status Waspada (Level II).

Kini tepat setahun, Gunung Semeru kembali bergejolak alami erupsi 4 Desember 2022 sejak pukul 02.49 WIB, hingga siang tadi dan statusnya kini naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Sudah Sampai 17 Km, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Minta Warga Menjauh

Gunung Semeru merupakan gunung bertipe strato dengan kubah lava dan puncak tertinggi Mahameru (3676 mdpl).

Secara administratif Gunung Semeru berada di Kabupaten Malang dan Lumajang Jawa Timur.

Untuk aktivitas Gunung Semeru saat ini terdapat di Kawah Jonggring Saloko yang terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru yang terbentuk sejak 1913.

Letusan Gunung Semeru umumnya bertipe vulkanian dan strombolian, berupa penghancuran kubah/lidah lava, serta pembentukan kubah lava/lidah lava.

Baca Juga: Legenda dan Fakta Menarik Gunung Semeru, Singgasana Para Dewa yang Menyebabkan Soe Hok Gie Tewas Mengenaskan

Penghancuran kubah lava tersebutlah yang mengakibatkan terbentuknya awan panas guguran (APG) yang merupakan karakteristik dari Gunung Semeru.

Pada setahun yang lalu, yaitu Desember 2021, PVMBG merilis pernyataan resmi terkait kondisi erupsi Gunung Semeru.

Mulai dari tanggal 1 hingga 30 November 2021 gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Kemudian di 1 Desember 2021 terjadilah awan panas guguran dengan jarak luncur 1700 m dari puncak. Atau 700 m dari ujung aliran lava, dengan arah luncuran ke tenggara.

Baca Juga: Catatan Erupsi Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa yang Sanggup Menutup Langit Biru dengan Hujan Debu

Pada tanggal 4 Desember 2021 tepat setahun sejak hari ini, mulai pukul 13.30 WIB saat itu terekam getaran banjir.

Kemudian disusul pukul 14.50 WIB teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 4 km dari puncak atau 2 km dari ujung aliran lava ke arah tenggara (Besuk Kobokan).

Dikabarkan saat itu akibat letusan Gunung Semeru, dilaporkan setidaknya 51 orang tewas, 169 orang terluka, dan 22 orang menghilang. Bahkan 45 orang mengalami luka bakar karena letusan tersebut.

Hari ini di tanggal dan bulan yang sama 4 Desember 2022, Gunung Semeru kembali alami erupsi yang lebih besar dari tahun 2021 silam.

Bahkan status Gunung Semeru meningkat menjadi Awas (Level IV), dimana sudah tidak diperbolehkan adanya aktivitas dengan jarak radius 8 km.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi! Awan Panas Masih Berlangsung sampai Saat Ini

Diberitakan BNPB, sumber APG berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Saloko).

Sementara itu, dari hasil pemantauan di lapangan oleh tim PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, luncuran APG sudah mencapai 19 kilometer bahkan telah melewati Jembatan Gladak Perak.

Abu vulkanik gunung api Semeru juga dilaporkan membumbung tinggi berwarna abu dan hitam pekat. Jarak pandang sangat terbatas karena abu sudah mulai turun ditambah turun hujan di sekitar lokasi.

Kini dikabarkan oleh BPBD Kabupaten Lumajang ada sebanyak 93 warga sudah dilakukan evakuasi ke pengungsian yang berlokasi di Balai Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana