AYOJAKARTA.COM--Baru-baru ini, sebuah pernyataan mengejutkan diucapkan oleh sosok Dedi Mulyadi yang digugat cerai oleh Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
Sebelumnya, Anne Ratna mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan KDRT psikologis dari kang Dedi Mulyadi hingga membuatnya memutuskan untuk bercerai.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyampaikan pembelaannya tentang tuduhan yang diberikan oleh Ambu Anne.
Dikutip AyoJakarta.com dari instagram @insta_julid, Dedi Mulyadi menyampaikan pendapatnya tentang KDRT psikologis,
“Pertama gini, ngomong KDRT psikologis. Di Undang-Undang itu kan jelas,” kata Dedi Mulyadi.
“Wanita atau istri yang mengalami KDRT psikologis itu, satu, murung secara terus menerus, dua, kehilangan kepercayaan diri, tiga, tidak bisa mengambil keputusan,” tambahnya.
Ia kemudian merasa bahwa tanda-tanda tersebut tidak dapat ditemukan di Anne Ratna, Dedi Mulyadi malah merasa bahwa Ambu Anne berada di kondisi yang sebaliknya.
Baca Juga: Sah! Anne Ratna Mustika Pamer Momen di Atas Pelaminan: Selamat Menempuh Hidup Baru
“Pertanyaannya adalah ada ngga tanda-tanda itu di Ambu Anne? Murung terus? Apa tidak bisa mengambil keputusan? Kehilangan kepercayaan diri?” cecar Dedi Mulyadi kepada para wartawan.
“Menurut saya terbalik. Hari ini Ambu sebagai bupati sangat pede,” ujarnya.
Dedi Mulyadi kemudian bertanya-tanya tentang alasan Anne Ratna menceraikannya yang menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa memenuhi kebutuhan sang istri.
“Usia saya sudah 50 tahun, istri saya sudah 41 tahun. Ngomong cinta udah ngga musim, ngomong kebutuhan apa sih yang kurang? Makan cukup, minum cukup, mobil difasilitasi oleh negara, pakaian difasilitasi oleh negara,” ujarnya.
Bahkan, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa biaya sekolah anak-anaknya sudah ditanggung oleh dirnya.
Termasuk biaya pengasuhan anaknya yang terkecil, ia sudah menjamin sebagai tanggung jawab kepala keluarga.
“Apa sih yang diributin? Anak yang paling besar udah mau selesai di Unpad, yang kedua di Unpar baru masuk,” kata kang Dedi.
“Biaya masuk Unpar sampai biaya kost selama setahun, itu saya yang jamin. Gitu loh,” tambahnya.
“Yang bungsu lagi lucu-lucunya, diasuh oleh teh Elis. Biaya pengasuhan, gaji tiap bulannya saya yang jamin, karena itu tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga,” jelasnya.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sudah merawat segala aset yang dimiliki oleh keluarga.
Mulai dari renovasi rumah, membayar pajak, hingga tagihan listrik yang mencapai puluhan juta juga diurus olehnya.
“Aset banyak. Ayo ngitung aset, di Pasawahan rumah bagus gede. Dari semenjak Ambu ke rumah dinas, ngga pernah ditengok tuh rumah, itu rumah bersama, rumah keluarga kita, hari ini lagi saya renovasi,” ucap Dedi Mulyadi.
“Bayar pajak, bayar listrik tiap bulan yang mencapai 20 juta. 10 juta itu listriknya tiap bulan, itu saya yang bayar gitu loh,” pungkasnya.