AYOJAKARTA.COM--Terungkap sebuah fakta mengejutkan dari Kamaruddin Simanjuntak, bahwa Ferdy Sambo memiliki dua orang wanita dengan sebutan ‘si cantik’ dan ‘piala bergilir’ yang diduga sebagai selingkuhannya.
Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan pernyataan dari Bharada E yang menceritakan tentang kejadian di salah satu rumah Ferdy Sambo, ketika ada seorang wanita misterius yang keluar sambil menangis.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kamaruddin Simanjuntak pun mengungkapkan teori yang ia ketahui tentang awal mula Brigadir J akan dibunuh.
Hal ini ia sampaikan dalam sebuah acara yang berjudul 'KONTROVERSI' yang tayang di kanal YouTube metrotvnews.
Ia menduga bahwa Brigadir J pada awalnya memang berpihak kepada Putri Candrawathi sebagai ajudannya.
Yosua kemudian dianggap memberi informasi kepada Putri Candrawathi tentang keberadaan ‘Si Cantik’ yang diduga memiliki hubungan spesial dengan Ferdy Sambo.
“Awalnya (Joshua) berpihak kepada Putri karena dia sebagai ajudan dari Putri. Ikut dianggap memberi tahu ‘si cantik’ itu,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.
“Ketika mereka cari-cari sampai ke laras panjang di daerah kemang itu,” tambahnya.
Kamaruddin kemudian menjelaskan bahwa ‘si cantik’ yang dimaksud ini salah satunya adalah wanita yang menangis di rumah bangka milik Ferdy Sambo.
“Itulah yang masuk sampai ke rumah bangka itu dan di sana si cantik itu juga ada yang menangis,” kata Kamaruddin Simanjuntak.
Mendengar pernyataan tersebut, pembawa acara kemudian mencoba memastikan tentang apa yang disampaikan Kamaruddin.
“Wanita yang menangis itu si cantik yang selama ini bang Kamaruddin bilang?” tanya host.
Kamaruddin Simanjuntak kemudian mengatakan bahwa ada dua wanita yang menjadi ‘si cantik’ dari Ferdy Sambo.
Ia kemudian menjelaskan tentang sosok dari dua wanita cantik yang diduga menjadi simpanan Ferdy Sambo.
“Salah satunya itu adalah yang piala bergilir, wanita cokelat itu. Satu lagi yang nangis di rumah itu,” ucapnya.
“Ada lebih dari satu?” tanya host memastikan.
“Ada dua. Satu yang berseragam cokelat itu yang disebut bergilir, satu lagi yang menangis di rumah,” jelas Kamaruddin Simanjuntak ulang.
Walaupun demikian, hingga saat ini tidak diketahui secara pasti tentang kebenaran fakta dari informasi yang dibeberkan oleh Kamaruddin Simanjuntak.***