Nasional

Terbongkar, Richard Eliezer Ceritakan Soal Rencana Licik Sambo dan Putri Candrawathi Membunuh Brigadir J

Oleh: Christy Ayu Saputri Kamis 01 Des 2022, 21:38 WIB
Richard Eliezer ceritakan lebih banyak lagi rencana licik Ferdy Sambo untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua di Rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.

AYOJAKARTA.COM -- Richard Eliezer ceritakan lebih banyak lagi rencana licik Ferdy Sambo untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua di Rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 30 November 2022, Eliezer menyampaikan secara gamblang soal skenario Ferdy Sambo di hadapan Majelis hakim.

Awalnya hakim bertanya kepada Eliezer bagaimana kronologi yang disusun oleh Ferdy Sambo sebelum membunuh Brigadir Yosua.

Baca Juga: Sambil Rebahan, Ini Reaksi Richard Eliezer Melihat Status WA Susi

"Pada saat saya datang (di lantai dua) masih ada pak FS saja, sedangkan Ricky Rizal berada di lantai bawah, selanjutnya saya duduk," kata Eliezer seperti dalam tayangan YouTube KOMPASTV, dikutip pada Kamis, 1 Desember 2022.

"Bapak FS ini bilang ke saya, kamu tahu nggak ada kejadian apa di magelang?, (saya bilang) siap saya tidak tahu bapak, gak lama kemudian ibu PC datang dan duduk disamping pak FS di sofa panjang itu," ujar Eliezer.

Kemudian, Ferdy Sambo pun mulai menceritakan kejadian apa yang terjadi di Magelang, Sambo mengatakan ada kejadian pelecehan seksual yang dialami Istrinya Putri Candrawathi oleh Yosua, mendengar cerita tersebut Eliezer pun lantas terkejut dan tidak menyangka.

"Baru dia (FS) diam menangis Yang Mulia, terus dia bilang Yosua sudah melecehkan ibu, mendengar itu saya kaget, takut juga karena posisinya kami yang ajudan yang berada di Magelang kan pada saat itu," kata Eliezer.

Baca Juga: Dicecar Soal Sarung Tangan Hitam Ferdy Sambo, Richard Eliezer Jawab Ketus: Tanya Saja ke Pak FS, Bukan Saya!

"Saya terdiam dalam hati saya betulkah, tidak kah? (Ferdy Sambo bilang) kurang ajar anak ini, memang kurang ajar anak itu, dia sudah tidak menghargai saya, dia sudah menghina harkat martabat saya. Dia bicara sambil emosi, sambil nangis mukanya merah," kata Eliezer.

Tak lama kemudian, Eliezer pun mendapatkan perintah untuk menembak Yosua. Dimana menurut Sambo, Eliezer lah sosok yang cocok untuk menembak Yosua karena dirinya sendiri yang akan menjamin keselamatan Eliezer.

"Nanti kau yang tembak Yosua ya, karena kalau kamu yang tembak Yosua saya yang akan jaga kamu, tapi kalau saya yang tembak tidak ada yang jaga kita. Baru dia masih dalam posisi begini saya terdiam. Saya gak menjawab sama sekali," ujar Eliezer.

Dalam posisi tertekan dan takut atas perintah yang ia dengar dari mulut atasanya Ferdy Sambo, ia pun lantas terdiam membisu tidak mampu menjawab dan merespon perintah dari Sambo.

Baca Juga: Sambil Menahan Tangis, Inilah Momen Richard Eliezer Peragakan Detik-detik Penembakan Brigadir J di Persidangan

"Posisi antara saya takut masih kayak ini nyatakah yang dia sampaikan ini? kaget juga Yang Mulia, saya terdiam baru dia bilang ke saya begini. Jadi begini Chard skenarionya, dia langsung jelaskan skenarionya habis itu Yang Mulia," kata Eliezer.

Skenario sudah tersusun dan direncanakan matang oleh Ferdy Sambo, dia berujar bahwa tempat eksekusi Yosua itu akan dilakukan di Rumah Duren Tiga Jakarta Selatan, dengan dahlih pelecehan seksual.

"(dia bilang) jadi skenarionya di D46 (Duren Tiga), ibu dilecehkan sama Yosua baru Ibu teriak kamu dengar kamu respon, Yosua ketahuan. Yosua tembak kamu, kamu tembak balik Yosua, Yosua yang mati, dia jelaskan seperti itu," tambahnya.

""Dia Jelaskan itu saya kaget, saya disuruh bunuh orang, pikiran saya kalau disuruh bunuh orang, tertekan. 'Sudah kamu aman karena posisi nya kamu bela ibu', kamu bela diri ditembak duluan," imbuhnya.

Setelah Sambo menjabarkan skenario tembak menembak itu, Eliezer mengatakan bahwa Sambo sempat bicara dengan Putri dengan bisik-bisik.

"Di samping itu sempat ngobrol sama ibu, pelan. Membahas tentang CCTV, kedua tentang sarung tangan. Bapak bisik ke ibu saya nggak bisa dengar, kayanya dia bilang 'iya nanti pakai sarung tangan'," ucap Eliezer.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana