AYOJAKARTA.COM--Richard Eliezer atau Bharada E akhirnya membongkar kronologi kejadian penembakan Brigadir J.
Richard Eliezer menceritakan kronologi kejadian penembakan Brigadir J di sidang lanjutannya kemarin, Rabu (30/11/2022).
Richard Eliezer menceritakan kejadian penembakan Brigadir J dengan penuh emosional karena menahan tangis.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis (1/12/22), Bharada E memberikan kesaksiannya saat terjadi penembakan Yosua.
Sebelumnya diceritakan bahwa Putri Candrawathi mengajak Bharada E, Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Brigadir Yosua ke Duren Tiga atau 46.
Mereka berangkat naik mobil, setelah sampai ke 46 barulah mereka turun dari kendaraannya.
Menurut keterangan dari Bharada E yang pertama turun adalah antara Ricky Rizal atau Yosua.
Barulah disusul Putri Candrawathi dari kursi sebelah kanan, kemudian Bharada E.
Baca Juga: Begini Umpatan Agus Nurpatria Saat Tahu 'Dikadalin' Oleh Ferdy Sambo
Lanjut Bharada E langsung naik ke atas lantai dua dengan perasaan campur aduk.
“pikir saya, aduh udah mau terjadi ini penembakan, saya langsung masuk juga ke kamar, saya berdoa lagi di kamar dengan doa yang sama juga Yang Mulia,” kata Bharada E.
Kemudian tidak lama ia mendengar suara Ferdy Sambo dari bawah, serta melihatnya sudah memakai sarung tangan hitam.
“disitu dia sudah pakai sarung tangan yang Mulia, sarung tangan karet warna hitam,” jelasnya.
Ferdy Sambo juga menanyakan senjata api milik Bharada E apakah sudah terisi atau belum.
Tidak lama Yosua masuk ke dalam rumah, dan Ferdy Sambo langsung emosi dengan memintanya untuk berlutut.
“itu masuk (Yosua) Pak FS langsung masuk sini kamu (panggil Yosua), Kuat langsung pegang lehernya (Yosua),” jelasnya.
“sini berlutut kau disini berlutut (kata fs) baru dia lihat ke saya woi kau tembak cepat kau tembak,” tambahnya.
Baca Juga: Ulah Kuat Maruf Bikin Gregetan, Bisa-bisanya Terdakwa Pembunuhan Lakukan Ini di Persidangan
Kemudian Bharada E langsung menembak Brigadir Yosua, pada tembakan pertama ia mengaku sempat menutup matanya.
“saya langsung keluarkan senjata saya langsung tembak yang Mulia, nembak jarak sekitar dua meter,” kata Bharada E sambil menahan tangis.
Ia mengaku telah menembak kurang lebih antara tiga sampai empat tembakan.
Menurut keterangan Richard, Ferdy Sambo pun ikut menembak Yosua.
Pada saat penembakan, Richard Mengaku bahwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf berada di belakangnya.***