Nasional

Viral! Video Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur, Polisi Periksa Ormas yang Bersangkutan

Oleh: Linda Wati Senin 28 Nov 2022, 07:37 WIB
Pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda di Cianjur

AYOJAKARTA.COM--Musibah gempa Cianjur membuat puluhan ribu korban menderita. Fakta ini kemudian menggerakkan hati masyarakat untuk mengulurkan bantuannya.

Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang dari organisasi masyarakat (ormas) tengah mencopot label Gereja di tenda bantuan gempa Cianjur.

Pencopotan label Gereja di tenda bantuan gempa Cianjur mendapat banyak kecaman dari masyarakat.

Baca Juga: 10 Korban Ditemukan Basarnas Hari Ini! Update Korban Gempa Bumi Cianjur: 318 Meninggal dan 14 Masih Hilang

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews pada Senin (28/11/22), memperlihatkan aksi tidak terpuji tersebut.

Diketahui bahwa yang melakukan pencopotan label tersebut dari organisasi masyarakat (ormas) tertentu.

Aksi tak terpuji itu pun telah sampai ke telinga Kapolda Jawa Barat (Jabar).

Baca Juga: Warga Korban Gempa Cianjur Lepas Label Gereja di Tenda Bantuan, Ridwan Kamil Kecam dan Tindaklanjuti Pelaku

Kapolda Jawa Barat pun ikut turun tangan dengan memeriksa pelaku pencopotan label tersebut.

“Izin kami menyampaikan bahwa Polres Cianjur dan Polda Jabar telah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan untuk diproses sesuai aturan yang mengatur,” ujar Irjen Pol Suntana, Kapolda Jawa Barat.

Selain itu Bupati Cianjur, Herman Suherman juga menyebutkan bahwa perlakuan tersebut seharusnya tidak dilakukan.

Baca Juga: 3 Golongan Orang yang Celaka di Dunia Menurut Mbah Moen, Apakah Kamu Diantaranya?

Sebab para donatur bisa saja tidak memiliki maksud tertentu, melainkan karena alasan kemanusiaaan.

Untuk itu Bupati Cianjur juga menyarankan agar para donatur tidak menempelkan atau menonjolkan label tertentu saat memberikan bantuan.

Hingga kini diketahui bahwa korban yang meninggal karena gempa mencapai 321 korban jiwa.

Warga yang terkena dampak gempa tersebut pun berada di tenda pengungsian.***

Reporter Linda Wati
Editor Kiki Dian Sunarwati