AYOJAKARTA.COM--Di tengah duka akibat bencana gempa bumi yang melanda Cianjur pada Senin (21/11/2022), terselip kebahagiaan yang dirasakan para pengungsi, khususnya seorang ibu muda bernama Dewi.
Ya, Dewi melahirkan di tenda pengungsian penuh dengan segala keterbatasan, pada Selasa (22/11/2022) pukul 19.00WIB.
Persalinan Dewi di dalam tenda pengungsian itu dibantu sejumlah bidan yang tersedia.
Tampak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan rombongan berkesempatan mengunjungi tenda pengungsian dan bercengkerama dengan sang ibu dan sejumlah warga yang berada di tenda.
Tenda itu tampak penuh, dengan pencahayaan sangat minimalis, sehingga sejumlah orang kemudian menyalakan senter HP nya untuk menerangi.
Sementara Dewi, masih berbaring dalam proses pemulihan pasca melahirkan.
"Assalamualaikum, di tengah bencana yang melanda Cinajur, Berkah rahmat Allah juga hadir, lahir seorang bayi lucu perempuan. Dari bu Dewi melahirkan di tenda. Dan bu Dewi meminta saya memberi nama. Kasih nama yang baik sesuai peristiwa dan doa, "terang Ridwan Kamil sembari menggendong bayi mungil yang menggemaskan itu.
"Jadi saya beri nama Gempita Shalihah Kamil, "terang Ridwan Kamil yang langsung disahuti para pengungsi dengan kompak.."Alhamdulillah.
Adapun Gempita Sholeha Kamil diungkap Ridwan Kamil memiliki arti dan pengharapan doa yang baik.
Baca Juga: Kelahiran Bayi di Dalam Tenda Pengungsian Gempa Cianjur, Diberi Nama oleh Ridwal Kamil
"Gempita, karena lahir saat gempa. Shalihah, didoakan agar menjadi insan yang shalihah. Kamil, dan sejarahnya ada pak Ridwan Kamil di situ, "tandas Ridwan Kamil, dilansir dari akun instagram @ridwankamil.
Adapun bayi ini menjadi bayi ketiga yang lahir pada Selasa (22/11/2022) di tenda yang sama.
Seperti diketahui gempa Cianjur skala 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022) pada pukul 13.20WIB. Guncangan yang cukup hebat ini dirasakan hingga kawasan Jabodetabek.
Baca Juga: Terbaru! Dampak Gempa Bumi Cianjur, 268 Meninggal, 1.083 Terluka dan 151 Masih Hilang
Update terbaru korban meninggal per 23 November 2022 capai 271 orang dan korban hilang masih 40 orang.
Sementara kerusakan terjadi pada 56.320 rumah rusak, terinci yakni rumah rusak berat 22.241, rumah rusak sedang 11.641 dan rumah rusak ringan 22.090.
Ribuan warga mengungsi di berbagai titik pengungsian.