AYOJAKARTA.COM--Menko PMK, Muhadjir Effendi hadir di Cianjur dengan diiringi oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman dan Kepala BNPB, Letjen TNI surhayanto.
Dalam kunjungannya, Menko PMK Muhadjir Effendi mengelilingi seluruh fasilitas dari RSUD Sayang, Cianjur untuk meninjau korban-korban yang masih berada di tenda darurat yang berlokasi di RSUD Sayang.
Muhadjir Effendi menyebut bahwa dana yang dikucurkan oleh Menko PMK adalah sebesar Rp 5 Miliar.
Dilansir dari AyoJakarta.com dari channel Youtube Kompas TV, Muhadjir juga mengungkap dana yang diberikan oleh pihak lain, yakni BNPB.
“Sekarang BNPB sudah mengalokasikan Rp 500 juta untuk biaya konsumsi, kemudian Rp 150 Juta untuk operasional, ini akan bisa ditambah lagi termasuk dana untuk operasional TNI Polri nanti akan dibantu dari BNPB,” ujar Menko PMK.
Saat ditanya mengenai upaya dalam melakukan evakuasi di wilayah yang sulit dijangkau, Muhadjir memberikan jawaban sebagai berikut.
“Kalau untuk wilayah yang yang tidak bisa dijangkau lewat darat itu sudah disediakan helikopter,” ucap Muhadjir.
Kemudian menanggapi pertanyaan dari wartawan yang menyebut tenda-tenda didirikan sendiri oleh warga, Bupati Cianjur memberikan respon bahwa pihaknya akan mengganti tenda yang lebih layak secara bertahap.
“Tenda-tenda juga yang didirikan oleh masyarakat secara lambat laun akan diganti oleh tenda-tenda baik dari BNPB, kemudian dari Kemensos,” ujar Kepala BNPB, Letnan Jenderal Suharyanto.
Lebih lanjut, Menko PMK membahas mengenai penanganan dalam sisi kesehatan terhadap para korban.
“Kemudian yang luka-luka juga dirawat semaksimal mungkin, Menko PMK juga sudah mendatangkan dokter-dokter patah tulang, khususnya untuk dokter bedah ortopedi,” imbuh Kepala BNPB.
Bahkan Muhadjir menyebut dokter ortopedi yang dijanjikan akan didatangkan oleh Menteri Kesehatan berjumlah 6 orang.
Baca Juga: Pakar Kegempaan Prof Danny Hilman: Bukan Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur Melainkan Hal Ini!
“Memang yang sangat dibutuhkan itu adalah dokter bedah ortopedi karena banyak yang mengalami patah tulang,” ucap Muhadjir.
Diketahui bahwa para korban diletakkan di luar gedung karena kondisi gedung RSUD ini sebelumnya dinyatakan masih belum aman.
Selain itu, diketahui bahwa pasca terjadinya gempa, sejumlah fasilitas di dalam rumah sakit banyak yang rusak, salah satunya adalah ruangan operasi yang masih tidak bisa diakses.
Daftar Besaran Bantuan Dana yang Diberikan oleh Berbagai Pihak.
Muhadjir Effendi menyatakan bahwa pihak Kemenko PMK akan menyediakan bantuan sebesar 5 M dari anggaran bantuan BTT (Biaya Tidak Terduga).
Baca Juga: Terbaru! Dampak Gempa Bumi Cianjur, 268 Meninggal, 1.083 Terluka dan 151 Masih Hilang
Kemudian dari pihak Gubernur provinsi Jawa Barat menyediakan dana sebesar Rp 20 Miliar untuk mengatasi gempa Cianjur.
Lalu pihak BNPB akan mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk konsumsi dan juga masih ada dana-dana lainnya dengan kisaran Rp 1,5 miliar.
Selain itu, Menko PMK Muhadjir Effendi menyatakan bahwa masih akan ada tambahan bantuan, dalam hal ini dari pihak kepolisian dan TNI.***