AYOJAKARTA.COM -- Prada Mochamad Indra Wijaya meninggal dunia dengan kondisi jenazahnya penuh darah serta lebam-lebam di tubuh.
Seorang anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III itu diklaim meninggal oleh atasannya karena kelelahan usai berolahraga di Biak, Papua.
Pihak keluarga akhirnya membongkar sejumlah kejanggalan di balik kematian Prada Indra.
Baca Juga: Terbaru! Dampak Gempa Bumi Cianjur, 268 Meninggal, 1.083 Terluka dan 151 Masih Hilang
Baca Juga: Fakta-Fakta Baru Kematian Keluarga Kalideres, Salah Satu Anggota Keluarga Sudah 6 Bulan Meninggal
Baca Juga: Terungkap! Bukan Karena Santet, Ternyata Ini Penyebab Ki Joko Bodo Meninggal Dunia
Dilansir dari Suara.com, salah satu keluarga korban menuturkan, pihaknya mendapat kabar Prada Indra meninggal dunia pada Sabtu, 19 November 2022 sekitar pukul 02.25 WIB dini hari.
Kabar tersebut disampaikan lewat pesan WhatsApp atau WA atas nama Kolonel Adm Veradiyanto.
"Jadi WhatsApp itu hanya dikasih tau meninggal, tidak dikasih tahu sebabnya," tutur keluarga korban saat dihubungi, Selasa, 22 November 2022.
Baca Juga: Jejak Ki Joko Bodo: Meninggal di Usia 57 Tahun, Tinggalkan Dunia Paranormal hingga Sempat Umroh
Selanjutnya, pihak keluarga melakukan panggilan video untuk mengetahui kondisi pasti Prada Indra.
Dalam panggilan video tersebut, pihak keluarga diperlihatkan kondisi jenazah Prada Indra yang sudah dalam posisi mata, hidung, dan mulut ditutup kapas.
"Alasannya itu katanya korban sudah diberikan formalin. Pihak keluarga bertanya-tanya kan, siapa mengizinkan untuk pemberian formalin? Kan harus ada persetujuan," ungkapnya.
"Pihak keluarga juga bilang, 'coba pak dibuka' dari sana itu terus ngasih argumen 'maaf ibu ini sudah di dalam pemeriksaan, sudah tidak bisa, ini udah dimandikan'. Tapi yang janggalnya itu mas proses pemandiannya pun kita tidak diberi tahu," imbuhnya.
Baca Juga: Ki Joko Bodo Meninggal Dunia Dalam Usia 57 Tahun, Sudah Tinggalkan Dunia Paranormal dan Berhijrah
Menurut penuturan atasannya kepada pihak keluarga, Prada Indra ditemukan dalam kondisi pucat dan kaku di kamar mess pada Sabtu, 19 November 2022 sekitar pukul 01.00 WIT dini hari. Sebelum itu, Prada Indra disebut bermain futsal sejak pukul 20.00 hingga 23.00 WIT.
"Dari sana itu memberikan info berita kematian almarhum didiagnosa utama sudden cardiac arreis. Jadi bahasanya itu kayak serangan jantung dadakan dan tidak adanya ion mineral dalam tubuh," jelasnya.*** (Suara.com)