AYOJAKARTA.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persis (Persatuan Islam), Ketua Umum KH Aceng Zakaria dikabarkan meninggal dunia kemarin malam, Senin, 21 November 2022.
Ketua Umum Persis masa jihad 2015-2022 KH Aceng Zakaria dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.45 WIB di usianya yang ke-74 tahun.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kominfo PP Persis Dr. H. Ihsan Setiadi Latif seperti yang dikutip Ayojakarta.com pada laman resmi Persis.
Baca Juga: Siapa Aceng Zakaria? Ini Profil Mantan Petinggi Persis yang Meninggal Dunia
“KH. Aceng sempat dirawat di RS Intan Husada Garut,” ucap Dr. Ihsan.
Menurut kabar dari pihak keluarga, almarhum akan dimakamkan di tanah wakaf Persis, tidak jauh dari Pesantren Persis Rancabango, Garut, Selasa, 22 November 2022 pukul 09.00.
“Ulama dengan banyak karya dan aktif mengajar semasa hidupnya. Sejak tahun 1964, almarhum telah aktif menjadi guru,” ungkapnya.
Baca Juga: Update Terkini Gempa Cianjur, Korban Meninggal Bertambah Jadi 162 Orang
Lalu seperti apa profil kehidupan sang mantan Ketua Umum Persis tersebut? Berikut informasinya seperti dihimpun dari berbagai sumber.
KH Aceng Zakaria lahir pada 11 Oktober 1948 di Garut Jawa Barat.
Selain berdakwah, KH Aceng Zakaria juga pernah menulis sebuah buku pelajaran tata bahasa Arab dengan judul "Al-Muyassar Fi ‘Ilm Al-Nahwi".
Baca Juga: Update Jumlah Korban Gempa: 162 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Mayoritas Patah Tulang
Beberapa organisasi pernah diikutinya dan bahkan sering menjabat sebagai Ketua, di antaranya:
- Pimpinan Pondok Pesantren Persis 99 Rancabango
- Ketua Bidang Garapan Pendidikan Pimpinan Pusat Persatuan Islam
- Anggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam
- Ketua BKSPPI Kabupaten Garut
- Penasihat ICMI Kabupaten Garut
- Ketua STAI Persis Garut
- Ketua Umum Pengurus Pusat Persis
Selain buku pelajaran tata bahasa Arab, KH Aceng Zakaria juga menulis buku-buku tentang akidah seperti "Ilmu Tauhid" jilid I, II dan III (Bahasa Arab), hingga "Pokok-pokok Ilmu Tauhid".
Ada juga buku Fiqih karya KH Aceng Zakaria seperti "Haramkah Isbal dan Wajibkah Janggut", "Do'a-Do'a Shalat" versi Indonesia dan Sunda, "Do'a-Do'a Sehari-hari", dan "Tarbiyah An-Nisa" (Bahasa Arab).
Ada pula buku tentang Bahasa Arab lain, serta buku yang berkaitan dengan bidang Tafsir dan Hadits, di antaranya yaitu "Al-Muyassar fi Ilmin Nahwi" jilid I, II dan III (Bahasa Arab), "Al-Kafi" (buku Tashrif) Jilid I, II dan III (Bahasa Arab).
Untuk Buku Tafsir dan Hadits di antaranya ada "Al-Bayan fi Ulumul Qu`ran" (Bahasa Arab), "Ilmu Tajwid" (Bahasa Arab), "Ilmu Musthalah hadits" (Bahasa Arab), dan "Etika Hidup Seorang Muslim".
Masih banyak buku-buku lain karya KH Aceng Zakaria yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia.
Kiprah dan karir sang Ketua Umum begitu banyak dan mentereng, tentu saja meninggalkan kenangan begitu dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.***