AYOJAKARTA.COM – Telah terjadi gempabumi tektonik dengan kekuatan 5,6 Magnitudo dari pusat gempa di darat yang berkedalaman 10 km. Lokasi gempa berada di 10 km barat daya Kabupaten Cianjur.
Wilayah-wilayah yang terdampak gempa adalah Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bakauheni.
Gempa terasa pada pukul 13:21:10 WIB dengan pusat gempa berkoordinat pada 6,86 LS dan 107,01 BT.
Baca Juga: Mengintip Kementerian dengan Pendaftar CPNS Terbanyak. Ternyata...
Gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami tapi warga diharapkan selalu waspada karena ada potensi gempa susulan.
Menurut laman resmi BMKG, gempabumi ini termasuk ke dalam jenis gempabumi dangkal merujuk pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Diduga gempa terjadi karena akibat aktivitas sisar Cimandiri. Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Akibatnya semua warga Cianjur merasakan gocangan yang cukup kencang dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah.
Baca Juga: Irjen Krishna Murti Tabuh Genderang Perang hingga Bikin Ferdy Sambo Ketakutan, Cek Faktanya di Sini
Dilansir AyoJakarta dari Instagram @visitcianjur, kepanikan warga juga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Para pasien yang sedang di rawat di rumah sakit segera dilarikan ke tempat terbuka terdekat ketika goncangan gempa terasa.
Pasien-pasien yang terbaring segera dievakuasi ke halaman rumah sakit oleh keluarganya dan juga tenaga medis yang bertugas.
Dalam unggahannya dapat diketahui bahwa terdapat rumah-rumah yang roboh dan rusak.
Tidak hanya rumah saja, gedung FKIP Universitas Suryakencana Cianjur juga roboh pada saat kegatan belajar mengajar berlangsung.
Baca Juga: Mbah Moen Mengingatkan Pentingnya Senantiasa Bersujud dan Menyembah Kepada Allah
Sampai saat ini tidak ada korban jiwa, masyarakat seketika mengevakuasi diri ketika guncangan gempa terasa.
Gempa juga dirasakan hampir semua warga Garut dan Sukabumi. Hingga saat ini dikabarkan banyak bangunan yang rusak akibat gempa.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG yaitu Dr. Daryono, menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Diharapkan masyarakat mendapatkan info dari kanal informasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.
Setelah gempa reda, masyarakat dianjurkan untuk mengecek keadaan bangunan rumah. Apakah terdapat kerusakan dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan terhadap gempa.
Baca Juga: Baru Masuk Ruang Sidang, Richard Eliezer Disambut Pendukungnya, Kompak Berpakaian Kaos Hitam
Hal ini harus dipastikan sebelum masyarakat kembali ke dalam rumah setelah mengevakuasi diri pada saat gempa terjadi.***