AYOJAKARTA.COM — Kasus bullying yang terjadi di SMP Baiturrahman, Bandung menarik perhatian publik belakangan ini.
Para pelaku kini telah mendapatkan sanksi dari pihak sekolah berupa pembelajaran dari rumah dengan sistem daring (dalam jaringan).
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube tvOneNews, ayah dari korban bullying Aming Yudarmi menceritakan kronologi kejadiannya.
Ayah korban mengatakan bahwa korban tidak pernah bercerita mengenai perundungan yang dialaminya di sekolah.
Pada saat pulang sekolah korban hanya meminta obat sakit kepala kepada sang ibu.
Namun keesokan harinya yaitu Jumat, 18 November 2022, pihak sekolah menghubungi ibu korban melalui wali kelasnya.
Wali kelas korban kemudian menjelaskan mengenai kejadian tersebut dan memperlihatkan video perundungan yang dialami korban.
"Jadi ditelepon wali kelas, diperlihatkanlah video itu," ucap Aming, dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 21 November 2022.
Aming menceritakan bahwa sesungguhnya yang terjadi dalam video itu adalah permainan yang dinamakan permainan tebak-tebakan uji kegantengan.
"Jadi setelah helmnya dipasang, siapa yang menepuk dari belakang, coba tebak siapa itu, jadi kalau ketebak yang dibelakangnya gantian itu yang pakai helmnya," jelas Aming.
Aming menambahkan bahwa antara korban dan pelaku tidak terjadi permusuhan.
Kemudian saat ditanya mengenai tendangan yang diarahkan ke kepala korban, sang ayah bercerita bahwa pada saat kejadian anaknya sedang memakai sepatu dan tidak ingin memainkan permainan ini, kemudian karena pelaku kesal akhirnya menendang korban dari belakang.
Baca Juga: Healing Maksimal! 7 Wisata Alam di Sekitar Bandung Ini Bisa Jadi Pelepas Penat
Namun lebih lanjut lagi Aming menjelaskan bahwa dirinya belum bertanya lagi kepada anaknya perihal kasus bullying yang menimpanya.
Aming juga mengatakan bahwa dirinya sudah mencabut laporan di kepolisian karena keluarga pelaku sudah meminta maaf dan salah satu pelaku merupakan anak yatim.***