AYOJAKARTA.COM -- Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi (PC) menjadi perhatian Martin Lukas Simanjuntak.
Martin Lukas Simanjuntak yang menjadi kuasa hukum Brigadir J, menyebut kepribadian Putri perlu dipertanyakan. Begitu juga dengan suaminya, Ferdy Sambo (FS).
Bahkan, Martin pernah mendengan soal "arisan brondong" yang terkait dengannya.
“Di dalam sistem peradilan pidana kita, tidak ada urusan untuk menggali profil korban. Yang digali profilnya adalah pelaku, apakah misalkan memiliki permasalahan dengan kejiwaan atau temperamen dia,” ungkap Martin Lukas Simanjuntak, dikutip selebtek.suara.com, Jumat, 18 November 2022.
Martin mulai menaruh curiga setelah mendengar kehidupan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum kasus ini terjadi.
Bagi Martin, rasanya kurang lazim menempatkan sejumlah ajudan pria untuk mengawal seorang istri Kadiv Propam.
"Lalu Putri, yang katanya gayanya hedon sekali dan suka banyak 'arisan-arisan', saya nggak tahu, karena saya pernah mendengar ada tulisan 'arisan brondong', (tapi) saya tidak tahu apakah Putri terlibat juga atau tidak," terang Martin Lukas Simanjuntak.
Hal tersebut membuat Martin Lukas Simanjuntak merasa bahwa Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi perlu dicurigai terkait seperti apakah kepribadiannya untuk dilakukan pengusutan lebih dalam dan detail.
Jika memang isu mengenai arisan brondong itu terbukti dan nama Putri Candrawathi ikut terlibat, maka menurut Martin Lukas Simanjuntak perlu dilakukan cek kejiwaan terhadap istri Ferdy Sambo itu.
"Karena di rumah baik di luar mungkin saja tidak baik," lanjutnya.
Seperti diketahui, konotasi arisan tidak selalu dalam bentuk uang.
Akhir-akhir ini kegiatan arisan bahkan dijadikan sebagai usaha untuk sebagian orang.
Di antaranya seperti arisan pakaian, perhiasan, benda-benda mewah lainnya, bahkan di kalangan sosialita dengan kehidupan glamour ada juga arisan brondong.
Arisan yang satu ini biasanya selalu bermakna negatif, seperti namanya 'arisan brondong' di mana member yang terlibat dalam arisan ini pastinya terdiri dari ibu-ibu yang usianya jauh lebih tua dari lelaki yang mereka rebutkan sebagai 'brondong'.***