AYOJAKARTA.COM – Ronny Talapessy secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya rela tidak dibayar ketika bertugas sebagai pengacara Bharada E dalam menangani kasus Ferdy Sambo.
Pengacara Bharada E itu mengatakan bahwa dirinya menangani kasus pembunuhan terhadap Brigadir J sebagai prodeo.
Dalam hal ini, artinya Ronny Talapessy bertugas sebagai pengacara Bharada E tanpa harapan imbalan sedikitpun dalam bentuk apapun.
Baca Juga: Heboh! Bharada E Bongkar Hubungan Gelap Putri Candrawathi dan Kuat Maruf, Ini Faktanya
Pengacara Bharada E tersebut secara jelas mengatakan bahwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J ini menjadi prodeo bagi dirinya.
Pengacara Bharada E aluas Richard Eliezer itu mengatakan beberapa alasan yang membuat dirinya mau membantu Bharada E menyelesaikan kasus ini tanpa imbalan.
Ronny Talapessy kemudian menceritakan sedikit tentang kebenaran bahwa Bharada E sudah berganti pengacara hingga 3 kali termasuk dengan dirinya.
Ia mengungkapkan bahwa pengacara Bharada E digantikan karena masih mengikuti dalam skenario Ferdy Sambo.
Sementara itu, Richard Eliezer sendiri sudah memutuskan untuk tidak mengikuti skenario tersebut dan ingin mengungkap kebenaran dari misteri pembunuhan terhadap Brigadir J.
“Lawyer pertama dicabut karena masih mengikuti skenarionya. Skenario yang awal, hingga akhirnya Icad mengatakan bahwa dirinya ingin mengungkapkan yang sebenarnya,” tutur Ronny, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Rabu, 16 November 2022.
Setelah itu, Ronny Talapessy menjelaskan tentang sosok pengacara ke-dua dari Richard Eliezer yang hanya memberikan dampingan selama satu hari.
Inilah yang kemudian membuat Bharada E tidak nyaman dan beralih kepada Ronny Talapessy.
“Waktu itu kan sedang BAP, dia nyari siapa yang bisa mendampingi dirinya. Ditunjuklah lawyer kedua, tapi cuma satu hari aja itu dia ngedampingin,” tutur Ronny.
“Akhirnya Icad ga nyaman, bilang lah dia ke saya. Melihat bahwa ini hal yang serius, berkomunikasi lah kita,” tambahnya.
Setelah itu, Ronny Talapessy menjelaskan tentang alasannya mau membantu Bharada E ketika mengetahui bahwa mereka berasal dari daerah yang sama.
“Kebetulan saya juga orang Manado, sudah kenal dengan keluarganya di Manado. Dekat dengan rumah keluarga besar saya, akhirnya berkomunikasi lah itu,” ucap Ronny.
“Diceritakan lah profil saya, akhirnya keluarga meminta untuk mendampingi Richard. Hukumannya bukan main-main, karena ini hukuman mati,” tambahnya.
Ronny kemudian mengungkapkan bahwa terpilihnya ia menjadi pengacara dari Bharada E juga ada campur tangannya dengan sosok keluarga Richard.
“Bertemu lah dengan keluarga dan kemudian ditunjuk lah saya oleh keluarga Richard,” tuturnya.
Sementara itu, Ronny Talapessy mengatakan bahwa dirinya membantu Bharada E karena merasa tergerak melihat sosok Richard sebagai saksi yang paling lemah.
Itulah kemudian yang membuat dirinya memutuskan untuk menjadikan kasusnya dengan Richard Eliezer ini sebagai prodeo atau non-profit.
“Saya melihat Richard ini dalam posisi saksi paling lemah, kemudian backgroundnya kurang kecukupan,” kata Ronny Talapessy.
Ia mengatakan bahwa dirinya menjadi pengacara Richard Eliezer secara cuma-cuma tanpa meminta bayaran sedikitpun.
“Itu sudah terbiasa buat kami, itu sudah menjadi bagian pelayanan dari kita,” ucap Ronny.
“Kita harus selalu ada kasus yang prodeo,” tuturnya.
Selain itu, Ronny Talapessy juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapatkan banyak keuntungan dari kasus-kasus lain.
Ia merasa bahwa kasus yang menyeret Bharada E ini harus diatasi secara ikhlas, tanpa meminta imbalan sedikitpun.***