Nasional

CEK FAKTA : Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Diduga Menganut Paham Apokaliptik, Cabut Nyawa Secara Ekstrem?

Oleh: Linda Wati Senin 14 Nov 2022, 21:33 WIB
Satu keluarga tewas di Kalideres, benarkan menganut aliran sesat?.

AYOJAKARTA.COM--Misteri tewasnya satu keluarga di Kalideres menyimpan banyak keanehan, salah satunya adalah dugaan adanya paham Apokaliptik.

Salah satu pakar Kriminolog menyebutkan  keluarga yang tewas di Kalideres tersebut bisa jadi menganut paham Apokaliptik karena meninggal dengam cara tak wajar.

Kejadian tewasnya satu keluarga di Kalideres ini memicu tanda tanya dan kecurigaan besar karena dinilai tidak wajar wajar.

Baca Juga: Kematian Keluarga di Kalideres Jadi Misteri, Polda Metro: Alasan Kelaparan Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

Berdasarkan olah TKP, Polisi sendiri tidak menemukan adanya bentuk kekerasan kepada korban.

Dugaan sementara penyebab korban meninggal yakni karena kelaparan, hal itu dapat dilihat dari hasil autopsi yang menyebutkan lambung korban kosong tidak ada asupan makanan atau minuman.

Pernyataan tersebut terdengar sangat janggal, karena jika dilihat dari kediamannya, mereka tinggal di lokasi kawasan menengah.

Baca Juga: Paham Apokaliptik dan Dugaan Sekte Sesat di Balik Kasus Kematian di Kalideres

Selain itu diketahui mereka juga memiliki kendaraan pribadi di rumahnya.

Dikutip dari akun TikTok @palembang_terciduk pada Senin (14/11/22), Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala mencurigai adanya paham Apokaliptik.

Apokaliptik sendiri adalah paham akhir dunia dan mencabut nyawanya dengan cara yang ekstrem.

Baca Juga: Fakta Baru!! Korban Meninggal Satu Keluarga di Kalideres Miliki Aset 3,8M, Benarkah Tewas karena Kelaparan?

Krimolog UI, Adrianus Meliala menyinggung adanya motif paham apokaliptik atau keyakinan terhadap akhir dunia.

“jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem,” ujar Adrianus yang dikutip dari akun TikTok @palembang_terciduk.

Menurutnya jika penyebabnya hanya karena kelaparan itu seperti sesuatu yang  tidak mungkin.

Baca Juga: Menggali Keterangan Keluarga korban Peristiwa Kalideres: Sudah 20 Tahun Tidak Berkomunikasi

Hal tersebut karena korban tinggal dikawasan kelas menengah serta memiliki aset untuk dijual.

Selain itu dari informasi yang beredar juga mengatakan bahwa korban yang meninggal terakhir sempat menaburi jasad korban yang tewas duluan dengan kapur barus.***

Reporter Linda Wati
Editor Kiki Dian Sunarwati