AYOJAKARTA.COM---Tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Presidensi G20 yang diselenggarakan di Bali.
Indonesia terpilih menjadi presiden G20 atau Group of twenty untuk periode 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.
Forum Presidensi G20 ini menjadi kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk membangun pertumbuhan ekonomi negara menjadi lebih baik lagi.
Presidensi G20 adalah kepercayaan yang diberikan pada penyelenggara KTT G20 berikutnya.
Pertemuan ini akan dihadiri oleh negara-negara besar dunia, dimana Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bergabung dalam forum ini.
Diketahui bahwa Indonesia telah menjadi anggota sejak 1999 dan diundang pertama kali ke KTT G20 di 2008.
Baca Juga: Jelang Agenda KTT G20 di Bali, 12 Bandara Ini Akan Beroperasi 24 Jam Layani Tamu Delegasi
Dikutip dari kanal YouTube VIVA.CO.ID ada dua pembahasan yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Yakni pembahasan isu finansial dan moneter (finance track) lalu isu ekonomi non keuangan (sherpa track).
Lalu apa dampak dari G20 bagi Indonesia? berikut ulasannya.
Baca Juga: Jadwal Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Depan Ditunda, JPU: KTT G20 Harus Kondusif!
Dikutip dari akun YouTube Metrotvnews pada Senin (14/11/22), membagikan informasi terkait dampak yang akan diterima Indonesia melalui forum besar ini.
Yang pertama, konsumsi domestik di Indonesia akan bertambah sebanyak 1,7 triliiun rupiah.
Tidak hanya itu, PDB di negara ini juga akan ikut bertambah hingga 7,47 triliun rupiah.
Baca Juga: KTT G20 Bali di Depan Mata, 18 Ribu Pasukan Gabungan Jaga Keamanan!
Lalu akan ada 33 ribu tenaga kerja yang terlibat dari berbagai sektor tenaga kerja.
Adanya G20 juga menjadi peluang dalam mendorong vaksin sebagai global public goods sehingga hal ini dapat membuat pendistribuan lebih merata.
Baca Juga: Jelang KTT G20 di Bali, TNI AU Siapkan 2 Pesawat Hercules
Indonesia dapat menampilkan keberhasilan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja dan sovereign wealth fund.
Dengan ditampilkan keberhasilan ini maka akan menumbuhkan kepercayaan dari negara lain sehingga berdampak pada arus investor asing yang semakin besar.***