Nasional

Resmi Bertambah 3 Provinsi Baru di Papua, Tito Karnavian: Demi Mempercepat Kemajuan

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Jumat 11 Nov 2022, 19:56 WIB
Indonesia melalui Kemendagri meresmikan 3 provinsi baru di Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.

AYOJAKARTA.COM - Indonesia meresmikan 3 provinsi baru di Papua pada Jumat, 11 November 2022 pagi tadi di antaranya yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.

Sehingga jumlah provinsi di Indonesia menjadi 37 Provinsi yang sebelumnya hanya 34 Provinsi, dengan bertambahnya 3 provinsi baru di Papua.

Ketiga provinsi baru di Papua tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang diwakilkan oleh Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian pada hari ini.

Baca Juga: Profil PJ Gubernur 3 Provinsi Baru di Papua yang Resmi Dilantik, Simak Berikut Ini Ulasanya

Sebelumnya pada Kamis, 10 November 2022 Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni sudah mengumumkan pelaksanaan peresmian ketiga provinsi baru di Papua ini

"Kemendagri akan melaksanakan kegiatan peresmian tiga Provinsi DOB Papua dan pelantikan penjabat gubernur Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan," ujar Kapuspen Kemendagri Benni dikutip dari laman Republika.co.id pada Jumat, 11 November 2022.

Awal mula pembentukan tiga provinsi baru itu secara resmi ketika DPR RI mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) pada pertengahan April 2022.

Baca Juga: Pemerintah Resmikan Provinsi Baru di Indonesia, Kini Betambah Menjadi 37

Dimana sebelumnya Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan itu masuk ke dalam wilayah Provinsi Papua.

Akhirnya, hari ini telah diresmikan tiga Provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan memisahkan dari wilayah Provinsi Papua.

Dilakukan pemekaran wilayah ini yakni untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan di tanah Papua.

"Sehingga disepakati 3 dalam rangka untuk mempercepat pembangunan Papua," ujar Tito Karnavian.

Baca Juga: Sebut Ada Fakta yang Dihilangkan, Febri Diansyah Dibungkam Pengacara Keluarga Brigadir J

Latar belakang sejarah Papua menjadi penyebab terjadi keterlambatan pembangunan yakni karena baru bergabung sebagai bagian dari Provinsi di Indonesia pada tahun 1969.

Sehingga pemekaran ini bertujuan untuk menyusul Papua agar lebih maju seperti provinsi lainnya di Indonesia.

"Di samping luas wilayah hampir tiga kali pulau Jawa ya penduduk yang tersebar, kedua medan yang berat," jelas Tito Karnavian.

"Yang ketiga memang secara sejarah Papua baru bergabung tahun 69, sehingga ada keterlambatan pembangunan disini," sambung Tito Karnavian.

Baca Juga: Paling Keren! Quotes Ucapan dan Twibbon Hari Jadi Provinsi Jawa Timur 2022 Tema Optimis Jatim Bangkit

Ia menyampaikan bahwa dengan adanya pemekaran provinsi baru ini diharapkan dapat memperbaiki manajemen pemerintah agar lebih cepat.

"Kita harapkan dengan adanya provinsi baru, maka rentang kendali manajemen pemerintahan ranah publik ini akan cepat," ujar Tito Karnavian.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana