AYOJAKARTA.COM – Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 9 November 2022, Adzan Romer dihadirkan.
Dalam persidangan yang menghadirkan Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal sebagai terdakwa, Adzan Romer bertindak sebagai saksi.
Dalam sejumlah kesaksian yang menghadirkan dirinya di pengadilan, baik Hakim maupun Jaksa Penuntut Umum menilai Romer tidak cukup konsisten.
Rekaman video kemudian beredar dan diunggah olang seperti oleh akun Instagram @saktitv dan kanal YouTube CATATAN HITAM.
Romer menyatakan bahwa saat kejadian penembakan di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu dirinya sempat ketakutan.
Dirinya tidak sedang berada di lokasi tempat Brigadir J tewas, saat mendengar suara letusan tembakan ia berinisiatif segera mencabut dan mengokang senjata api miliknya.
Baca Juga: Ajudan Romer Sebut Sambo Pakai Sarung Tangan Medis Hitam, Pegang Pistol dan Sempat Jatuh
Melalui akses garasi rumah, ia berusaha mencari tahu penyebab timbulnya suara letusan senjata api yang jumlahnya lebih dari tiga kali.
Romer menyatakan bahwa dirinya sempat berpapasan dengan Ferdy Sambo usai terjadinya letusan senjata api.
Selain itu dirinya juga mengaku sempat melihat atasannya, Ferdy Sambo yang tidak sengaja menjatuhkan senjata api semi otomatis jenis HS-9 buatan Kroasia.
Niat baik Romer untuk membantu memungut senjata api yang terjatuh dari tubuh Ferdy Sambo, tidak berhasil mulus.
Sebab Ferdy Sambo sudah lebih dahulu memungut senjata api tersebut, pada kesempatan itu Romer mengaku melihat tangan Ferdy Sambo sudah ditutupi dengan sarung tangan medis warna hitam.
Menurut pernyataan Romer, Ferdy Sambo juga sempat memarahi para ajudannya karena dinilai tidak bisa menjaga keselamatan Putri Candrawathi, istrinya.
Romer juga mengakui kalau dirinya hanya diminta datang dan menandatangani dokumen Berita Acara Pemeriksaan tanpa melalui proses interogasi.
“Saya diminta datang, kemudian tanda tangan berkas BAP tapi tidak ada proses interogasi sebelumnya, setelah itu kami kembali ke rumah,” jelas Romer di persidangan.
Baca Juga: Kesaksian Adzan Romer: Mendengar Rintihan Putri Candrawathi Dari Dalam Kamar
Ada hal menarik dalam kesaksian Adzan Romer pada Rabu lalu, yakni pengakuan bahwa dirinya sering plin-plan dalam memberi kesaksian karena merasa dihantui dan takut.
“Saya berubah-ubah memberikan kesaksian karena takut dengan Pak Sambo, takut karena sudah ada yang meninggal,” jelas Romer dalam persidangan.***