AYOJAKARTA.COM – Lama tidak menunjukkan keberadaannya, hacker Bjorka kembali muncul ke permukaan dengan membawa kabar yang tidak menyenangkan.
Beberapa bulan lalu, Indonesia dihebohkan dengan kehadiran sosok hacker Bjorka yang menggemparkan setelah diduga telah berhasil melakukan peretasan dengan mencuri berbagai data rahasia dari instansi milik pemerintah.
Atas tindakan Bjorka tersebut, pemerintah bahkan telah membuat tim khusus yang ditugaskan untuk melacak lokasi dan melakukan penangkapan terhadap hacker tersebut.
Baca Juga: Makin Ngawur! Ini Jawaban Susi saat Ditanya Soal Kata 'Siap' yang Sering Diucapkan di Persidangan
Namun, waktu demi waktu telah terlewati, sosok Bjorka masih menjadi misteri, berbagai hal terjadi tanpa menunjukkan keberadaan asli dari sosok hacker yang meretas situs Pertamina sampai Kominfo tersebut.
Bahkan, ada isu yang beredar menyatakan bahwa Bjorka sebenarnya hanyalah alat yang dibuat untuk mengalihkan isu lain dari pemerintah, khususnya pembunuhan terhadap Brigadir J yang baru terangkat pada saat itu.
Tak hanya itu saja, ada juga dugaan yang menyatakan bahwa Bjorka hadir untuk memberikan keuntungan bagi lembaga tertentu, terutama BSSN yang pada saat itu mendapatkan anggaran tambahan.
Setelah beberapa lama tak terdengar kabarnya, Bjorka baru-baru ini muncul di forum yang sama seperti kemunculannya pertama kali.
Melalui Breach Forums, Bjorka mengunggah sebuah postingan yang menunjukkan bahwa ia menjual data dari aplikasi MyPertamina sebanyak 44 juta data.
Postingan tersebut ia unggah pada hari Kamis, 10 November 2022 pada pukul 02.31 dini hari pada situs breached.to.
Dalam postingannya, hacker ini memberikan deskripsi sederhana dari aplikasi MyPertamina, platform yang datanya diambil untuk dijual kembali.
“MyPertamina is a digital financial service platform from Pertamina that integrated with the apps LinkAja. This application is used for non-cash fuel oil payments at Pertamina's public fueling stations,” tulisnya.
Tak hanya itu saja, Bjorka juga memberikan informasi dasar dari data yang ia jual berupa besar data, banyak data, format, hingga detail isi data.
Ia mengklaim bahwa data yang ia jual berisi informasi nama, alamat email, NIK, NPWP, nomor telepon, alamat, dan beberapa informasi penting lainnya.
Baca Juga: Dipertemukan Dalam Persidangan, Tak Menyangka Bharada E Justru Lakukan Hal ini Kepada Bripka RR
Bjorka juga memberikan sampel dari data milik MyPertamina yang diklaim dan hendak dijual pada forum tersebut.
Dari keterangan yang diberikan, Bjorka menjual semua data yang ia ambil dari MyPertamina dengan harga 25K USD atau senilai kurang lebih Rp40 juta.***