AYOJAKARTA.COM - 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi menjadi sebuah negara, seluruh wilayah menyambut gembira, tidak terkecuali arek-arek Surabaya.
Pada 2 September 1945, rakyat Indonesia di Surabaya berhasil mengambil kekuasaan dan senjata dari tangan tentara Jepang yang sudah menyerah.
Tanggal 25 Oktober 1945, dibawah komando Brigadir Jendral Aubertin Walter Sothern Malaby dari Inggris, rakyat Surabaya kembali dipaksa menerima status sebagai jajahan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan sekutu.
Baca Juga: Link Download Logo Hari Pahlawan 2022 Beserta Filosofinya
Dua hari kemudian, tepatnya tanggal 27 Oktober 1945 sekutu dengan pesawatnya menyebarkan pamflet berisi periintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang mereka ambil dari tentara Jepang.
Sehari berselang, tanggal 28 Oktober 1945 perang antara pasukan Inggris dengan rakyat Surayaba-pun terjadi, dalam peristiwa ini Jendral AWS Mallaby tewas akibat ledakan di dalam mobilnya.
Dokumen resolusi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah yang ditandatangani KH Hasyim Asy’ari dan sejumlah kyai besar lainnya pada 22 Oktober membuat Inggris dan sekutu kewalahan.
Baca Juga: 5 Contoh Puisi Hari Pahlawan 2022 untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan, Sangat Mengharukan
Akibat kematian Mallaby, pasukan Inggris menjadi murka hingga perang terjadi selama beberapa hari tanpa berhenti.
Pada 9 November 1945 Inggris memberi ancaman akan menghancurkan kota Surabaya jika rakyat Surabaya tidak mau menanda-tangani dokumen penyerahan wilayah.
10 November 1945, rakyat Surabaya tetap pada pendiriannya yang sama sekali tidak mempedulikan ancaman Inggris.
Baca Juga: Logo dan Tema Hari Pahlawan 10 November 2022 Baru Saja Rilis, Simak di Sini
Restu dari para Kyai serta Bung Tomo dengan orasinya yang fenomenal, benar-benar membuat jiwa patriotik rakyat surabaya berubah menjadi aksi heroik.
Dalam pertempuran di Surabaya, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder Symonds tewas setelah pesawat terbang jenis Mosquito yang ditumpanginya jatuh di landasan udara Morokrembangan.
Arek Surabaya bernama Goemoen sengaja menembak pesawat itu setelah ia dan rekan-rekannya berhasil mencuri persenjataan dari gudang senjata Don Bosco.
Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Sejarah Terbentuknya Hari Pahlawan 10 November, Ternyata Berawal dari...
Namun Inggris yang sudah terlanjur kalah secara psikologis akbat dua jenderalnya tewas, menyangkal dengan menerbitkan laporan resmi.
Adalah Jenderal Purnawirawan Mike Jackson, pemimpin pasukan Inggris saat perang Irak serta Jenderal Purnawirawan Tony Franks, pemimpin Delta Force dalam operasi Badai gurun.
Dalam salah satu acara televisi, keduanya menyatakan kapok jikaharus berurusan dengan tentara Indonesia.
“Kita kalah di perang Vietnam, kita juga kalah di Korea, dan kita tahu siapa guru kedua negara tersebut, yaitu Indonesia,” jelasnya, serius.
“Indonesia memang senjatanya kurang, tetapi semangat rakyatnya dan kemampuan magisnya benar-benar membuat ngeri kalau harus berperang,” tambahnya.
Hal tersebut seperti dikutip Ayojakarta.com pada 4 November 2022 dari kanal Youtube Warta Publika dan Deyor Militer. ***