AYOJAKARTA.COM - Pada Rabu, 2 November 2022, Komnas HAM menyampaikan hasil investigasi terkait kasus Tragedi Kanjuruhan.
Diantaranya disampaikan bukti-bukti bahwa banyak korban meninggal dunia pada Tragedi Kanjuruhan tersebut akibat terkena gas air mata.
Hasil penelusuran Komnas HAM terbukti bahwa sejumlah 45 tembakan gas air mata memang dilontarkan oleh aparat ke arah Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga: HP Harga Rp 1 Jutaan Terbaru, Punya Spesifikasi Unggul, Kamera Mumpuni di Kelasnya
Akibat dari kerusuhan dan lontaran gas air mata pada Tragedi Kanjuruhan itu memakan banyak korban jiwa.
Bahkan diketahui korban meninggal dunia akibat Tragedi Kanjuruhan tersebut mencapai 135 orang.
Banyak temuan faktual dalam hasil investigasi kasus Tragedi Kanjuruhan yang disampaikan Komnas HAM dalam konferensi pers hari ini.
Diantaranya yakni bukti-bukti terkait kondisi korban Tragedi Kanjuruhan yang disampaikan oleh Beka Ulung Hapsara selaku Komisioner Komnas HAM.
Baca Juga: Brigadir J Dianiaya Sebelum Dieksekusi, Pihak Keluarga Sampaikan ini
Sejumlah 153 korban meninggal dunia diantaranya terdapat 4 orang yang sebelumnya sempat dirawat.
4 korban tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD dr Saiful Anwar Malang karena mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui korban Tragedi Kanjuruhan sempat mengalami gangguan pernapasan juga terdapat memar di paru-paru akibat benturan.
"Sebagian besar korban mengalami ganggunan pernapasan dan ditemukan ada memar di paru-paru akibat trauma atau benturan," ungkap Beka Ulung.
Baca Juga: Lindungi Akun Pribadi di Twitter, Simak Caranya!
Dalam investigasi tersebut ditunjukkan tanda-tanda bekas gas air mata pada korban Tragedi Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa.
Terlihat pada wajah korban yang memerah atau membiru juga mata yang merah serta berair.
"Selain itu ada korban juga terdapat tanda-tanda bekas gas air mata, berupa wajah memerah atau membiru dan mata yang merah berair," jelas Beka Ulung.
Tidak hanya cedera akibat gas air mata, kericuhan Tragedi Kanjuruhan juga menyebabkan beberapa korban mengalami patah tulang.
Baca Juga: Mulai Dicurigai, Ibu Brigadir J Tanyakan Hubungan Kuat Maruf : Ada Apa Kamu dengan Si Putri?
"Sejumlah korban juga mengalami patah tulang dan lebam-lebam," ungkap Beka Ulung.
"Serta kondisi patah tulang, fraktur, dislokasi, mata bengkak, merah atau kehitaman berair yang diduga akibat gas air mata, nyeri dada atau sesak, kemudian nyeri otot atau trauma otot," sambungnya menjelaskan kondisi korban secara detail.
Diketahui secara keseluruhan korban menunjukkan kondisi yang sama yakni ada kebiruan kehitaman dan bengkak.
"Kondisi korban meninggal dunia hampir semuanya dalam kondisi yang sama, yaitu ada kebiruan kehitaman dan bengkak," ungkap Beka Ulung.
Namun diketahui juga salah satu korban meninggal akibat Tragedi Kanjuruhan mengalami retak di bagian kepala.***