AYOJAKARTA.COM - Upaya penanganan kasus gagal ginjal akut pada anak semakin digalakkan oleh pemerintah.
Salah satunya kini terkait disediakannya pelayanan deteksi dini gagal ginjal akut pada anak di fasilitas kesehatan yakni Puskesmas.
Puskesmas tingkat kecamatan di DKI Jakarta sudah melayani deteksi dini gagal ginjal akut pada anak.
Diketahui sejumlah 44 puskesmas yang sudah membuka layanan tersebut.
Salah satunya di kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sudah tersedia pelayanan deteksi dini gagal ginjal akut pada anak.
Dalam hal ini, pihak Puskesmas bekerja sama dengan Laoratorium Kesehatan.
Sehingga di puskesmas, kini dapat melakukan pengecekan kadar kreatinin dan ureum melalui sampel darah.
Pemerintah melalui puskesmas menghimbau bagi masyarakat yang memiliki anak di bawah usia 19 tahun dengan gejala ginjal akut agar segera datang memeriksakannya ke puskesmas.
Diketahui gejala gagal ginjal akut pada anak umunya ditandai dengan mual, muntah, demam, diare dan batuk pilek.
Bagi pasien yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan, cukup membawa kartu peserta tersebut dan menunjukkannya di puskesmas.
Sementara untuk pasien umum dapat dikenai tarif sesuai Peraturan Gubernur (PERGUB) DKI Jakarta tentang Tarif Layanan Pusat Kesehatan Masyarakat.
Baca Juga: Celine Evangelista Ditanyai soal Ajakan Main Bertiga bersama Denise Chariesta: Pak Regi yang Minta
Aryati Prima Prawesti, selaku Humas Puskesmas Kec. Mampang Prapatan menjelaskan tujuan pengambilan sampel pasien tersebut juga untuk mendeteksi toksikologi obat.
"Dalam proses pengambilan sampel untuk toksikologi obat" jelas Aryati.
Pasien anak yang datang ke puskesmas membawa keluhan sesuai dengan gejala gagal ginjal akut akan dipantau juga terkait keluhan kencingnya.
"Begitu ada pasien anak kurang dari 18 tahun, datang dengan keluhan demam, mual, muntah, batuk pilek atau diare, pasti akan kami tanyakan mengenai keluhan kencingnya," ujar Aryati.
Baca Juga: Arema FC Dukung Percepatan KLB PSSI Soal Presiden Klub Akan Dibahas Bersama Direksi
"Apabila memang ada penurunan jumlah urin, maka akan langsung kami periksakan laboratorium fungsi ginjal dan urinnya," sambung Aryati.
Selain itu untuk mendeteksi penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak juga dapat dilakukan deteksi adanya toksikologi obat.
"Juga apabila memang terindikasi adanya toksikologi obat, maka sampel darahnya juga dapat kami kirimkan ke Labkesda," ujar Aryati menjelaskan.
Harapannya dengan upaya pemerintah ini dapat menekan angka kasus gagal ginjal pada anak, dan mencari solusi terbaik dalam penanganannya.***