Nasional

Contoh Puisi Tema Hari Santri, Cocok untuk Lomba atau Peringatan di Sekolah

Oleh: Winna Anaziah Sabtu 22 Okt 2022, 13:59 WIB
Contoh Puisi Tema Hari Santri, Cocok untuk Lomba atau Peringatan di Sekolah

AYOJAKARTA.COM -- Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Oktober, hari yang memiliki makna, arti, dan filosofi yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

Sejarah mencatat, Hari Santri Nasional tahun 2022 untuk memperingati peran besar ulama santri dalam perjuangan melawan penjajah bangsa asing.

Dalam menghargai perjuangan ulama dan santri pondok, berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2022.

Baca Juga: Akhirnya Bisa Tidur, Ini Arti Tanda Bulat di Chat WhatsApp

Salah Satunya dengan membacakan puisi Hari Santri Nasional tahun 2022 yang bermakna dan penuh semangat.

Berikut 4 contoh puisi bertema Hari Santri, yang bisa dijadikan referensi untuk memeriahkan acara Hari Santri Nasional seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Bangga Menjadi Santri (Karya: Ainur)

Hari Santri

Terbentang tak akan terbuang

Karena jarak hanyalah pemisah dalam suatu ruang

Gemuruh kumandang dzat yang maha pengasih

Alam Mu menjadi saksi dalam sebuah pengabdian

Dulu kamis selalu terbara setiap kali hati ingin bertanya

Tentang siapa,, untuk siapa,,

Dan kemana Langkah kaki seorang fakir mengembara

Namun kini telah kami temui tentang arti jati diri

Bangga dengan khidmat dan takzim atas gelar seorang santri

Karena pengabdian inilah bentuk bakti

Kami kepadamu wahai murobbi ruhhi

Kau bangunkan jiwa-jiwa yang telah lama tertunduk

untuk cinta pada negeri

Kau hidupkan kembali ruh ruh kami

Untuk menjadi insan tangguh nan mandiri

Dan sekali lagi dengan bangga kami teriakkan kembali

Wahai murobbi

Kami bangga menjadi santri

Baca Juga: Merthy Kushandayani, Istri Irjen Teddy Minahasa yang Punya Gelar Puti Sibadayu

2. Abdi Negri (Karya: Mahsusi Hawa)

Gugah terbanun kala diri tengah lelap

Menatap harap disaat langit telah gelap

Menyatukan dahi pada tanah-tanah suci bumi

Menepis gundah yang menerobos masuk menodai niatan suci

Para santri Nampak tengadah

Menautkan hari semata lillah

Enggan kembali sampai fajar mengering Langkah walau bergelut dengan kantuk lelah

Juang santri selalu terpatri

Tidak lagi melawan kolonial

Ikuti jejak jihad Hasyim Asy'ari

Yang dulu berperang rela mati, demi negeri

Kini santri jadi tonggak estafet ulama

Tutur Bahasa dijaga dan ditata

Bukan membuang krama

Sorot teladan umat beragama

Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Agama-Istri, Ini Profil-Biodata Kapolda Jatim yang Baru

3. Pejuang Berpeci  (Karya: Dee Kayisna)

Kala tentara berseragam

Tak lagi mampu berjuang

Pasukan bersarung, pejuang berpeci

Maju merapatkan barisan

Menghadang, menghalau penjajah

Turut berjuang demi Indonesia merdeka

Walau merelakan nyawa

Sebagai taruhannya

Sungguh kuasa ilahi meski tanpa senjata berapi

Dengan bambu runcingnya

Mereka tersaruk berusaha menumbangkan lawan

Pejuang berpeci

22 Oktober menjadi saksi

Atas keberhasilan santri

Dan merdekanya negeri

Baca Juga: Muncul Bagan Dugaan Kasus Suap di Tubuh Bareskrim yang Mencatut Nama Kadiv Propam Baru Irjen Syahar Diantono

4. Andhap Asor (Karya: Erliyana Muhsi)

Di tengah mulut-mulut berkoar

Suara santri lembut menyejukkan

Menyuburkan kembali dada-dada gersang

Dengan kuasa Tuhan

Diantara tangan-tangan yang melempar batu kerikil

Tangan santri mem tasbih

Bertamu hatinya pada ilahi memohon belas kasih

Untuk kedamaian negeri

Ketika para manusia tanpa pikir mengumpat, meresensi

Milik saudara beragama dan senegara

Santri mengalunkan suaranya di atas firman-firmanNya

Menelan ludah

Membiarkan peristiwa buruk lewat begitu saja

Bukan lemah

Tapi membina hati untuk lebih merendah lagi

Pada sepertiga malam, santri

Menjemput pelumat dada kepada Tuhan

Lewat sholat dan bacaan-bacaan

Mengusir dengki, Membunuh hama hati

Menyemai benih

Bekal hidup pada pergantian misteri

Santri,

Bukan seperti apa ia berpenampilan

Tapi bagaimana ia membelai Tuhan

Baca Juga: Siapa Irjen Teddy Minahasa? Jadi Kapolda Jatim Gantikan Irjen Nico Afinta, Bongkar Judi Online 303

Itulah contoh puisi untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun 2022, penuh makna dan semangat.***

Reporter Winna Anaziah
Editor Fathul Amanah