Nasional

Bharada E Akui Tak Mampu Tolak Perintah Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Pakar Hukum UI : Ricky Saja Bisa Menolak

Oleh: Linda Wati Kamis 20 Okt 2022, 11:16 WIB
Bharada E Akui Tak Mampu Tolak Perintah Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J, Pakar Hukum UI : Ricky Bisa Menolak

AYOJAKARTA.COMBharada E atau Richard Eliezer mengakui bahwa dirinya tidak mampu menolak perintah dari Ferdy Sambo.

Pengakuan Bharada E tidak bisa menolak perintah dari Ferdy Sambo, ia katakan saat setelah persidangan perdananya.

Dengan menahan tangis, Bharada E meminta maaf dan mengakui kesalahan yang ia perbuat atas perintah Ferdy Sambo.

Baca Juga: Berikut Profil Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto yang Diduga Menikah Tanpa Izin Istri Sah

Orang tua dari mendiang Brigadir Yosua mengakui memaafkan, namun proses hukum akan terus berlanjut.

Namun bagaimana dengan hukum keadilan yang ada di Indonesia?

“Kami sangat memaklumi itu, kami sangat memaklumi apa yang dia perbuat jadi apapun itu memang kita selalu umat beragama kita diwajibkan saling memaafkan. Oleh karena itu ya kita ikuti terus perkembangan peradilan yang sedang berjalan,” kata Samuel Hutabarat Ayahanda Brigadir J.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews, pakar hukum UI memberikan tanggapan terkait pengakuan Richard Eliezer tentang perintah Ferdy Sambo untuk membunuh.

Baca Juga: Maaf Rizky Billar Terhadap Lesti Kejora Dinilai Tidak Tulus, Ini Tanggapan Pakar Ekspresi Kidri Putra

Ganjar Laksamana selaku pakar hukum UI mempunyai tanda tanya, kenapa Bharada Richard tidak bisa menolak namun Bripka RR bisa.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa Eliezer tidak bisa menolak?, yah kalau dibilang perintah atasan, Ricky juga bisa menolak perintah atasan,” ungkap Ganjar.

Menurutnya setiap anggota memang harus menjalanlan perintah atasan.

Namun berbeda dengan kasus perintah pembunuhan, karena secara sadar ia mengerti apa akibat dari penembakan tersebut dan bukan bagian dari tugasnya.

Baca Juga: Profil AKBP Aris Rudiyanto, Sosok Polisi yang Diduga Memiliki 4 Istri

“Kalau misalnya begini suruh tembak setiap orang harus membayangkan dalam konteks ini misalnya Ricky atau Eliezer harus membayangkan apa iya menembak itu tugas Saya,” Ungkapnya.

Jika alasan psikologi, pakar hukum UI mengaku masih memaklumi namun tidak membenarkan tindakan tersebut.

Untuk itu, ia sangat menyayangkan jika ada seorang bawahan yang merasa tidak bisa menolak perintah atasannya.***

Reporter Linda Wati
Editor Vincensia Enggar Larasati