AYOJAKARTA.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa yang berpusat di wilayah Banten, Ahad, 9 Oktober 2022.
Gempa dengan kekuatan 5,5 magnitudo ini terjadi pada pukul 17.02 di wilayah Pantai Tenggara Pandeglang, Banten.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan resmi yang diterima AyoJakarta.com pada Ahad, 9 Oktober 2022.
Menurut BMKG, gempa bumi yang terjadi ini akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," demikian keterangannya.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan oblique turun," lanjutnya.
Dampak dari gempa bumi yang terjadi di Banten ini pun terasa getarannya di antaranya di wilayah Kabupaten Sukabumi, Tangerang, dan Jakarta.
BMKG menyebut musibah gempa ini tidak berpotensi tsunami.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata BMKG.
"Hingga pukul 17.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujarnya.
Kendati begitu, BMKG memberikan imbauan kepada warga terkait gempa Banten ini.
"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Daryono.***