Nasional

Direktur PT LIB Ditetapkan sebagai Tersangka, Netizen Tetap Salahkan PSSI Soal Tragedi Kanjuruhan

Oleh: Evan Reza Priha Agatha Kamis 06 Okt 2022, 21:42 WIB
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

AYOJAKARTA.COM – Kapolri telah mengumumkan tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang yang terjadi Sabtu (1/10/2022) lalu.

Dilansir dari akun Twitter Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Ham (Menkopolhukam) Mahfud MD, sebelumnya mengumumkan bahwa Kapolri akan mengumumkan tersangka atas dugaan tindak pidana dan pelanggaran Etik dalam Tragedi Sepakbola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Penetapan tersangka ini diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah tim investigasi melakukan penyidikan.

Baca Juga: Kronologi Banjir Sebabkan Tiga Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal

Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita sebagai tersangka beserta 5 orang lainnya.

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini 6 tersangka," kata Kapolri saat konferensi pers di Mapolres Malang Kota pada Kamis malam, 6 Oktober 2022.

Lima tersangka lainnya yakni AH (ketua panitia pelaksana), SS (petugas keamanan), Wahyu SS (Kabag Ops Polres Malang), H (Brimob Polda Jatim), dan PSA (Samapta Polres Malang).

Baca Juga: Link Hasil Seleksi Administrasi PLD 2022 Kemendes, Cek di Sini

Akhmad Hadian dituding sebagai orang yang bertanggung jawab karena menolak rekomendasi surat dari Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Akhmad Hadian Lukita dan lima orang tersangka lainnya dikenakan pasal 359 KUHP dan pasal 360, dan atau pasal 103 junto pasal 52 Undang-undang RI No. 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.

Dalam unggahan Bola Nusantara di Instagram, nampaknya netizen tidak puas dengan penetapan Direktur PT LIB sebagai tersangka pada kejadian tersebut.

Baca Juga: Berapa Kekayaan Lesti Kejora ? Simak Harta Istri Rizky Billar yang Mewah dan Fantastis di Sini

Banyak netizen menganggap bukan hanya PT LIB saja yang bertanggung jawab atas tragedi yang menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Dalam beberapa komentar pada unggahan @bolanusantara tersebut tampaknya membuat netizen geram dan menyebut PSSI pusat yang seharusnya juga ikut bertanggung jawab.

Selain itu juga terlihat komentar netizen yang menginginkan organisasi PSSI dirombak total karena dianggap tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Wajah Bharada E Disorot saat Tampil Sendiri di Kejagung, Warganet Beri Dukungan: Terlihat Plong Setelah Jujur

Banyak netizen yang menuding ketua PSSI, Panitia Penyelenggara yang tidak bertanggung jawab, serta pihak keamanan yang dituduh melakukan kekerasan terhadap suporter serta menembakkan gas air mata ke arah tribun stadion yang menyebabkan kepanikan.***

Reporter Evan Reza Priha Agatha
Editor Tedi Rukmana