AYOJAKARTA.COM – Belum juga usai, kasus pembunuhan berencana yang menewaskan seorang perwira polisi bernama Nofriansyah Yoshua Hutabarat alis Brigadir J semakin memanas.
Penyidikan kasus ini yang menyeret nama polisi bintang dua, Ferdy Sambo, telah mengundang banyak pihak untuk ikut berbicara dan turut memberikan komentar.
Salah satunya adalah mantan jenderal polisi, Ricky Sitohang yang merupakan Irjen Purnawirawan.
Baca Juga: Pernyataan Pelecehan Seksualnya Diragukan, Putri Candrawathi: Brigadir J Menjilat dan Meraba saya!
Ricky menilai terdapat dua biang kerok dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang membuat keruwetan dan menghalangi proses penyidikan sehingga berjalan lamban.
Menurut Ricky, dua orang yang menjadi biang kerok dalam kasus Ferdy Sambo ini adalah istrinya sendiri, yakni Putri Candrawathi dan asisten rumah tangga mereka, Kuat Maruf.
“Kalau kita lihat pokok ceritanya analisis saya sementara biang keroknya ada dua, Kuat Maruf dan Putri. Karena apapun peristiwanya harus dibuktikan, tapi kalau Kuat Maruf enggak memberikan informasi dilebih-lebihkan kepada Sambo enggak begitu kejadiannya,” ungkap Ricky.
“Putri kalau jaga martabat Ferdy Sambo akan meluruskan, enggak ikut di dalamnya,” sambung Ricky dalam kanal YouTube Uya Kuya TV pada Kamis, 22 September 2022 lalu.
Ricky juga menilai jika peristiwa yang disampaikan Putri Candrawathi ketika di Magelang adalah sebuah rekayasa.
Putri Candrawathi mengakukan jika dirinya dilecehkan Brigadir J yang telah memantik kasus pembunuhan berencana ini terjadi.
Namun, Ricky menyebut jika dirinya tidak bisa percaya begitu saja atas tudingan Putri terhadap Brigadir J yang melakukan pelecehan terhadap dirinya.
“Saya mengatakan jauh dari kemungkinan, tidak akan berani seorang Yoshua melakukan itu,” ungkap Ricky.
“Kan suatu hal yang ironis seorang Yoshua, seorang Kuat Maruf bisa masuk ke kamarnya, suatu hal yang sangat luar biasa terlepas dari kasusnya,” sambungnya.
Atas perbuatan Ferdy Sambo yang menyeret sejumlah nama besar anggota kepolisian RI, Ricky menilai kasus tersebut telah membuat masalah besar dalam internal Polri yang membuat pusing.
Baca Juga: Benarkah Bjorka Adalah Gus Samsudin yang Sedang Menyamar? Foto di Balik Topengnya Viral
“Tidak seperti ini, ruwet dan menjungkirbalikan wibawa Polri,” kata Ricky.
Selain itu, Ricky juga menilai jika prose penyidikan dalam kasus ini berjalan begitu lamban yang disebabkan karena para pelaku yang terlibat mau mengikuti arahan dari Ferdy Sambo.
Sehingga dampaknya mereka yang ikut terseret dalam skenario Sambo harus menerima hukuman yang sama, tidak sedikit dari mereka yang justru diberhentikan secara tidak hormat dari Polri.
“Dampaknya mereka merasakan sendiri, ada yang dipecat karena Sambo, bisa dibayangkan tidak kira-kira, betapa menderitanya anak dan istrinya,” terang Ricky.***