Nasional

Siap-Siap! 4 Oktober 2022 akan Ada Demo Besar-besaran, Cek Selengkapnya Disini!

Oleh: Rima Nurhalimah Minggu 18 Sep 2022, 14:18 WIB
Aksi teatrikal dari mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Jabar.

AYOJAKARTA.COM – Kenaikan BBM sudah dipastikan dan tengah jadi bahan banyak perbincangan.

Sehingga, masyarakat mulai merasakan banyaknya kesulitan, karena kenaikan BBM tersebut mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok dan lainnya.

Masyarakat mulai merasa tercekik terutama kalangan bawah terutama para pekerja buruh.

Baca Juga: Profil Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers Sekaligus Cendekiawan Muslim Indonesia dengan Segudang Prestasi

Diketahui, Partai Buruh dengan ribuan buruh akhirnya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menerangkan bahwa demo besar-besaran akan terjadi di 34 provinsi pada 4 Oktober 2022.

“Aksi akan dilakukan di tingkat nasional pada 4 Oktober 2022. Puluhan ribu buruh, petani, nelayan, guru honorer, pekerja informal, dan lain sebagainya, akan mengikuti aksi di 34 provinsi,” ungkap Presiden Partai Buruh Said Iqbal, dikutip dari kanal YouTube Bicaralah Buruh, Minggu, 18 September 2022.

Baca Juga: Azyumardi Azra Meninggal di Malaysia, Duka Mendalam dari Keluarga Dewan Pers Tanah Air

Aksi unjuk rasa ini juga akan diikuti oleh empat konfederasi besar buruh di Indonesia (KSPI, ORI-KSPSI, KPBI, dan (KSBSI).

Bahkan ada SPI, JALA PRT, organisasi perempuan PERCAYA, Urban Poor Consortium, Komite Aksi Transportasi Online (KATO).

Kemudian, ada 60 federasi serikat pekerja di tingkat nasional dan beberapa organisasi kerakyatan lainnya.

Said Iqbal juga menyebutkan bahwa di Jakarta sendiri yang berpusat di Kawasan Istana Negara demo akan diikuti oleh 5-7 ribu orang yang berasal dari Jabodetabek.

Baca Juga: Terkuak Kelakuan dan Watak Asli Ferdy Sambo Berdasarkan Weton Jawa, Pendendam dan Pandai Berbohong!

Aksi unjuk rasa ini sendiri diusung atas tiga hal, yaitu penolakan kenaikan harga BBM, penolakan omnibus law UU Cipta Kerja, dan permintaan untuk menaikkan upah minimum 13% pada 2023.

Bukan tanpa alasan menurut said demo ini berlangsung, karena harga minyak dunia sudah turun.

Dirinya berharap Presiden Jokowi dapat memikirkan ulang terkait kenaikan harga BBM ini agar bisa kembali seperti semula.

“Dengan turunnya harga minyak dunia menuju level 80-an dollar per barel, tidak ada alasan tetap mempertahankan kenaikan harga BBM. Seharusnya Presiden RI Bapak Jokowi bisa menurunkan kembali harga BBM seperti semula,” jelas Said.

Baca Juga: Siapa Effendi Simbolon yang Diburu TNI? Simak Profil Agama hingga Anak-Istri

Said juga membeberkan bahwa daya beli masyarakat pekerja saat ini terutama buruh, pekerja rumah tangga, dan miskin kota,

Saat ini bahkan sudah mengalami kemerosotan sekitar 30% akibat naiknya harga inflasi tersebut.

Bahkan kenaikan ini disebabkan oleh harga sewa rumah yang menjadi 12%, transportasi 20%, dan makanan 15%.

Dalam situasi ini Said mengatakan bahwa rakyat kecil lah yang paling merasakan dampaknya dan tidak mungkin mereka bisa bertahan kelak.

Diketahui juga bahwa jika demo 4 Oktober 2022 kelak tidak digubris, maka akan ada mogok kerja nasional dan stop produksi.***

Reporter Rima Nurhalimah
Editor Tedi Rukmana