Nasional

Mulai Awal September, Harga BBM Subsidi Naik, Segini Harganya

Oleh: Redaksi Selasa 30 Agu 2022, 14:39 WIB
BBM

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah kembali mengeluarkan bantuan sosial (bansos) tambahan kepada masyarakat Indonesia.

Bansos yang akan cair mulai Minggu ini berupa 3 bantalan sosial dengan dana sebesar Rp24,17 triliun.

Sayangnya, bansos ini bisa jadi pertanda buruk soal harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang diisukan akan segera naik harga.

Pasalnya, dalam keterangannya, pemerintah menyebutkan bansos ini sebagai pengalihan subsidi energi yang didalmnya termasuk subsidi pada BBM.

Baca Juga: Inilah Penampilan Ferdy Sambo Pakai Baju Tahanan Saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Mulai Awal September! Harga BBM Subsidi Diperkirakan Naik hingga Rp10 Ribu per Liter

Harga BBM bersubsidi, terutama jenis Pertalite dan Solar direncanakan akan naik pada tanggal 1 September 2022.

Diketahui, harga BBM Pertalite akan naik dengan range harga sebesar Rp1.000 sampai Rp 2.500, lebih tinggi dari harganya saat ini yaitu Rp7.650. Maka dari itu, harga BBM Pertalite yang baru diperkirakan akan mencapai Rp10.00 per liter atau dibawahnya.

Selain itu, harga BBM Solar akan naik menjadi Rp8.500 per liter. Sementara, untuk harga BBM jenis Pertamax juga akan mengalami kenaikan dari harganya yang sekarang yaitu Rp12.500 per liter.

Kenaikan harga BBM ini diusulkan dengan tujuan untuk mengurangi pembekakkan APBN lantaran beban negara semakin berat jika pengurangan subsidi pada BBM tidak dilakukan.

Meski terdapat wacana kenaikan BBM tersebut, Staf Khusus (stafsus) BUMN Arya Sinulingga justru mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli BBM jenis apapun secara berlebihan.

Ia meminta agar masyarakat tetap menunggu kebijakan dari pemerintah terkait keputusan harga BBM bersubsidi yang diisukan akan naik tersebut.

Baca Juga: Update Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ada 78 Adegan Diperagakan Ferdy Sambo Cs

"Jangan panic buying, tunggu saja kebijakan dari pemerintah," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 30 Agustus 2022.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa tindakan panic buying justru akan dapat memperparah situasi, yang mana nantinya ada sejumlah orang yang tidak akan mendapatkan jatah BBM Bersubsidi.

"Nanti kalau panic buying membuat banyak orang lain yang tidak lagi mendapatkan BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar. Kasihan juga," ujarnya.

Adapun, pihak Kementerian BUMN berkomitmen untuk menjaga distribusi BBM subsidi agar dapat dinikmati oleh masyarakat secara merata.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah rancangan untuk meminimalisir dampak buruk dari kenaikan BBm tersebut.

Baca Juga: Daftar Golongan yang Tidak Dapat BSU 2022 dari Pemerintah, Cek di Sini!

Salah satu hal yang dipersiapkan oleh pemerintah adalah bantuan sosial kepada masyarakat. Airlangga menjelaskan bahwa pihaknya akan menyalurkan bantuan sosial, jika harga BBM benar-benar naik.

Pasalnya, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi daya beli konsumen, laju inflasi dan roda usaha yang berada di Tanah Air.

Hal tersebut juga disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ia menyebut bahwa pemerintah akan mengalihkan dana subsidi BBM sebesar Rp24,17 triliun untuk bantuan sosial.

Bantuan sosial itu sendiri terdiri dari 3 jenis, yaitu bantuan sosial tunai, bantuan subsidi upah dan bantuan sosial dari pemerintah daerah.*** (Egista Hidayah/Pikiran Rakyat)

TAGS:
Reporter Redaksi
Editor Dian Naren