Nasional

Terungkap! Begini Cara Pelaku Produksi Uang Palsu hingga Siap Edar di UIN Makassar, Ternyata Pakai Mesin Cetak Khusus!

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 31 Des 2024, 15:32 WIB
Pelaku berhasil produksi dan mencetak uang palsu hingga siap edar, menggunakan mesin cetak khusus dan fasilitas yang ada di kampus.

AYOJAKARTA.COM -- Kasus produksi uang palsu di Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar mengejutkan publik dengan terungkapnya modus operasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk oknum di lingkungan kampus.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Youtube tvOnenews, para pelaku berhasil produksi dan mencetak uang palsu hingga siap edar, menggunakan mesin cetak khusus dan fasilitas yang ada di kampus.

Adapun proses produksi uang palsu yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi selama bertahun-tahun baru-baru ini terungkap oleh salah satu tersangka Syahruna.

Baca Juga: Terlibat Kasus Uang Palsu, Dua Pegawai UIN Alauddin Dipecat

Berikut adalah proses pembuatan uang palsu di UIN Makassar dari percetakan hingga siap edar yang dilakukan oleh para pelaku.

Proses Produksi Uang Palsu di UIN Makassar

Proses pembuatan uang palsu dimulai pada Juni 2010 di rumah salah satu pelaku, ASS, yang kini menjadi buronan.

Pada tahun-tahun awal, menurut pelaku yang tertangkap Syahruna, produksi ini masih dalam tahap pengenalan dan eksperimen.

Baca Juga: Diwarnai Aksi Kejar-kejaran dan Tembakan di Atap Rumah, Begini Situasi Penggerebekan Tersangka Pembuat Uang Palsu Rp22 Miliar di Jakbar

Aktivitas produksi sempat terhenti antara 2012 hingga 2022, ketika para pelaku mempersiapkan rencana matang untuk kembali beroperasi. Kemudian, mereka mulai merencanakan pembuatan uang palsu dengan lebih serius.

Pada Oktober 2022, sindikat ini membeli mesin cetak dari China senilai Rp 600 juta dan memesan kertas serta tinta yang juga diimpor dari negara tersebut.

Sementara, Produksi uang palsu secara aktif dimulai pada Mei 2024 setelah semua perlengkapan siap.

Mesin cetak kemudian dipindahkan ke gedung perpustakaan UIN Alauddin dengan bantuan Kepala Perpustakaan, Andi Ibrahim.

Baca Juga: Waspada Edaran Uang Palsu Saat Lebaran, Ini Dia Cara Membedakannya!

Pada November 2024, sindikat ini mulai mengedarkan uang palsu dengan nilai mencapai Rp 150 juta hingga Rp 300 juta saat menyambut PILKADA.

Sebagai informasi, Polisi telah melakukan penggerebekan pada pertengahan Desember 2024 setelah menerima laporan mengenai transaksi menggunakan uang palsu.

Sebanyak 17 tersangka telah ditangkap atas kasus pembuatan uang palsu tersebut,termasuk pegawai bank dan ASN.

Para tersangka pembuatan uang palsu di UIN Makassar awal mulanya dijanjikan keuntungan 1 banding 10 dan akan diberikan tanah dan rumah.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pasutri yang Buat Uang Palsu di Cengkareng

Sementara, pihak kepolisian masih memburu beberapa pelaku lainnya termasuk pelaku inisial ASS dalang dari pembuatan uang palsu di UIN Makassar.

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil