AYOJAKARTA.COM—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-77 disambut masyarakat dari berbagai penjuru di Indonesia dengan suka cita.
Perayaan kemerdekaan RI ini tiap tahunnya selalu diwarnai dengan berbagai kegiatan. Seperti menghias dan mendekorasi kampung dengan pernak-pernik serta atribut khas 17-an, memasang bendera merah putih di pekarangan.
Tak hanya itu, berbagai perlombaan kreatif dan unik, ataupun tradisi-tradisi lainnya juga sering diselenggarakan demi memeriahkan kemerdekaan RI.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Misi Hidupmu Lewat Gambar yang Kamu Pilih Ini!
Perayaan yang sering masyarakat sebut dengan 17-an ini selama beberapa tahun terakhir tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19.
Namun tahun ini nampaknya perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia kembali akan diselenggarakan.
Dikutip dari Indonesia.travel.id, pada Minggu, (31/7/2022), berikut ini adalah beberapa tradisi unik dari berbagai daerah yang telah kami rangkum.
Tradisi ini biasa mereka lakukan dalam menyemarakkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia
1. Lomba Dayung, Banjarmasin
Perlombaan yang selalu menarik perhatian banyak orang ini adalah Lomba Dayung Perahu Naga yang rutin diadakan setiap tahunnya di Sungai Martapura, Banjarmasin.
Acara ini ternyata sudah dilakukan sejak tahun 1924. Tak hanya menjadi hiburan, lomba dayung perahu naga ini juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pedayung andal.
Mulanya acara ini hanya diperuntukan bagi masyarakat setempat, namun karena semakin dikenal banyak orang, pesertanya pun mulai beragam, bahkan ada yang berasal dari provinsi lain.
2. Tradisi Pacu Kude, Aceh
Tradisi ini merupakan permainan rakyat yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda yang biasa dimainkan setelah panen.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956 secara resmi permainan ini diambil alih oleh pemerintah masyarakat setempat. Karena itulah masyarakat Aceh dan pemerintah memandang bahwa Pacu Kude adalah simbol perjuangan rakyat untuk mendapat kemerdekaan.
Semenjak saat ini acara ini rutin diadakan setiap tahunnya. Peserta yang ikut acara ini berasal dari enam daerah yaitu aceh tengah sebagai tuan rumah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat.
3. Telok Abang, Palembang
Jika anda pergi ke Palembang bulan Agustus, anda mungkin akan banyak menemukan banyak sekali penjual Telok Abang di sepanjang jalan. Ini merupakan mainan khas di bulan Agustus yang menjadi buruan masyarakat.
Telok Abang adalah mainan yang terbuat dari gabus dan dibentuk menjadi kapal laut, pesawat atau kereta. Selain gabus berwarna kuning dan berbagai kertas yang ditempel sebagai hiasan, Telok Abang juga dilengkapi dengan telur rebus. Uniknya lagi, telur tersebut dicat dengan warna merah lalu ditancapkan ke bagian tengah kapal.
Baca Juga: Kick Off Malam Ini 18.15 WIB, Dewa United FC vs Persikabo 1973, Dapat Ditonton Live Streaming !
4. Sepak Bola Durian, Kebumen
Di Kebumen Jawa Tengah, masyarakat rutin mengadakan sepakbola, namun uniknya adalah mereka mengganti bola dengan durian. Lomba ekstrim ini biasanya hanya diikuti oleh orang tertentu, misalnya anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum lomba tersebut dilakukan, mereka akan mengadakan doa bersama demi keselamatan para peserta.
5. Lomba Sampan Layar, Batam
Acara ini terus diselenggarakan setiap tahunnya sejak 1965, permainan tradisional yang kemudian menjadi tradisi tahunan dalam rangka perayaan ulang tahun kemerdekaan. Biasanya lomba ini dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI. Karena sudah populer acara ini tidak hanya diikuti oleh warga Batam saja, namun juga wisatawan domestik hingga mancanegara.
6. Peresean, Lombok
Peresean adalah kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini mempertemukan pepadu (jagoan) dari berbagai pelosok Lombok untuk beradu ketangkasan dan saling serang dengan bersenjatakan rotan serta perisai yang dibuat dari kulit sapi atau kerbau. Lombok mengadakan Lomba Peresean ini setiap tahun untuk memperingati HUT RI.
Walaupun lomba ini termasuk dalam kesenian tradisional yang ekstrim, Peresean memiliki pesan moral yaitu makna persaudaraan serta sikap ksatria laki-6 yang diuji pada permainan ini. Karena keunikannya, tradisi ini banyak disukai dan menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Lombok.***