KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM-- Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bertindak tegas menurunkan paksa 18 drone yang beterbangan di area Sirkuit Mandalika.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, mengatakan menjelang gelaran ajang MotoGP, petugas kepolisian telah mengamankan 18 drone di kawasan Sirkuit Mandalika.
"Sejak perhelatan WSBK November lalu, Polda NTB telah mensosialisasikan masalah larangan penerbangan Drone di area sirkuit, karena dapat mengganggu jalannya balapan dan mengganggu alat laut yang memerlukan signal," ujarnya dalam surat keterangan, Jumat 18 Maret 2022.
Artanto menuturkan sehari menjelang ajang MotoGP Mandalika 2022, team Drone Korbrimob Polri BKO Polda NTB terus bertindak tegas menurunkan puluhan drone yang berkeliaran di kawasan sirkuit.
Baca Juga: Tips Merawat Drone yang Benar, Awas Baterai Menggelembung
"Team drone tentu akan terus siaga untuk mengawasi drone-drone yang mendekat ke area sirkuit," tuturnya.
Ia menjamin bahwa Polda NTB akan terus berusaha memberikan rasa aman kepada masyarakat selama gelaran ajang MotoGP Mandalika 2022.
"Kita akan terus bekerja, mengamankan jalannya event MotoGP di Sirkuit Mandalika ini, dan kita akan terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mengudarakan drone-nya, karena sangat berbahaya dalam pelaksanaan event ini," katanya.
Menurutnya sejak Rabu 16 Maret 2022, petugas kepolisian telah melakukan pengamanan menjelang ajang MotoGP Mandalika 2022. Sejumlah personel Brimob dari Mabes Polri sudah melakukan pengamanan di salah satu bukit yang ada di area Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: Tak Sekadar untuk Fotografi dan Videografi, Ini Kegunaan Lain Drone
"Sejak H-2 kemarin kita sudah menurunkan 11 drone dan hari ini sudah diturunkan 7 drone, dengan harapan tidak mengulangi lagi untuk menaikan dronenya nanti, apalagi di hari H nanti akan ada aksi aerobatic yang tentu saja wilayah udara di sekitar sirkuit harus clear," jelasnya.
Untuk saat ini petugas kepolisian masih memberikan imbauan dan melakukan edukasi secara preventif. Namun jika masih menemukan 'pilot' drone yang nakal, kata Artanto, petugas kepolisian akan bertindak tegas.
"Saat ini kita masih melakukan edukasi secara preventif, drone kita turunkan dengan alat jammer dan kita kembalikan ke pemiliknya sambil kita ingatkan untuk tidak menerbangkan dronnya lagi di sekitar sirkuit," tegasnya.
Diketahui, alat jammer drone merupakan alat yang bekerja menggunakan teknik pemancar High Gain Directional Antena dengan melumpuhkan fungsi penerimaan radio pada sebuah drone.
Jika drone sasaran terkena alat tersebut, maka akan otomatis tidak berfungsi sehingga pihak brimob dapat mengamankan drone illegal tersebut.
"Sejauh ini ada Jammer DJI Mavic Pro, DJI Mavic Air, Mavic Spark DJI Lightbride yang kita gunakan," tuturnya.