TEBET, AYOJAKARTA - Pemerintah membawa kabar baik mengenai cakupan vaksinasi nasional yang kini telah mencapai 40 persen populasi penerima dosis kedua.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa capaian ini sudah melewati target yang ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).
"Pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan Covid-19," kata Wiku dalam keterangan resminya pekan ini.
Lebih lanjut ia mengingatkan, bagi masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua agar segera mengaksesnya. Sementara bagi mereka yang sudah melengkapi dosis kedua supaya tetap selalu mematuhi protokol kesehatan.
Hal tersebut menjadi sangat penting lantaran laju vaksinasi mengalami penurunan selama 7 minggu terakhir. Padahal, cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus dan harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga.
Terkait penurunan laju vaksinasi, utamanya terjadi pada vaksin merek Sinovac. Penurunan ini ternyata juga tidak dibarengi dengan peningkatan vaksinasi pada vaksin merek lainnya yaitu Pfizer, AstraZeneca dan Moderna.
"Oleh sebab itu seluruh Pemerintah Daerah diminta segera meningkatkan cakupan vaksinasi di daerahnya," ujar Wiku.
Masyarakat juga diminta untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan, lantaran semua jenis vaksin yang beredar di Indonesia sudah dipastikan keamanan kualitas dan efektivitasnya.
"Dan hal ini dibuktikan berdasarkan uji yang dilaksanakan oleh Badan POM dan pemantauan instansi serta organisasi profesi terkait," lanjut dia.