TEBET, AYOJAKARTA - Mayoritas daerah di Indonesia kini sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah. Protokol kesehatan ketat pun menjadi syarat wajib yang tak bisa ditawar.
Ahli epidemiologi penyakit menular sekaligus ilmuwan World Health Organization (WHO) Dr Maria Van Kerkhove mengatakan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam menggelar PTM di sekolah.
Pertama, memastikan bahwa dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi penularan sebanyak mungkin di lingkungan tersebut.
"Kedua, memastikan bahwa telah memiliki sistem yang baik di dalam sistem sekolah untuk dapat memantau kesehatan siswa dan pengajar. Ini untuk mendeteksi kasus dan memastikan anak-anak yang tidak sehat tinggal di rumah," ujar Maria dalam keterangan resminya, seperti dikutip laman Satgas Covid-19, Senin 18 Oktober 2021.
Langkah selanjutnya, memastikan ada komunikasi yang baik dengan siswa dan orangtua, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan jika sedang tidak sehat atau jika seorang guru tidak sehat.
“Jika siswa merasa tidak sehat, kami menyarankan agar mereka tinggal di rumah dan dirawat oleh orang tua atau wali di rumah. Jika ada kasus di sekolah, mereka harus dapat dideteksi sehingga mereka dapat menerima perawatan yang tepat,” kata Maria.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mereka yang melakukan tes dapat menerima perawatan yang tepat sesuai kebutuhan berdasarkan gejala yang dimiliki sehingga selanjutnya bisa dilakukan pelacakan kontak.
“Jadi sama seperti yang kita lakukan di masyarakat umum, jika ada kasus yang teridentifikasi, yang ingin kita lakukan adalah memastikan bahwa kita mencegah peluang dari virus itu, dari penularan dari satu orang ke orang lain,” ujar dia.
Terakhir, memastikan ada ketentuan protokol kesehatan yang baik di sekolah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Ini tentang disinfeksi, meningkatkan ventilasi, menjaga jarak, memakai masker. Dan jika ada vaksin yang tersedia di daerah tersebut, pastikan bahwa vaksinasi dilakukan di komunitas tersebut di antara kelompok prioritas yang tinggal di sana,” kata Maria.
Untuk menjaga diri sendiri, setiap siswa juga harus selalu diingatkan untuk selalu menjaga jarak, memakai masker yang tepat dan menjaga kebersihan dengan rutin cuci tangan serta menjauhi tempat keramaian.