TEBET, AYOJAKARTA – Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengkaji faktor-faktor yang dapat menstimulasi penyebaran Covid-19. Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan faktor-fakor yang dilihat antara lain dinamika evolusi dan perilaku manusia.
Wiku menyampaikan setidaknya ada tiga gelombang Covid-19 yang sudah terjadi di beberapa negara. Pada gelombang pertama yang terjadi serentak di seluruh negara di dunia, Wiku memaparkan hal itu terjadi karena rendahnya pengetahuan soal Covid-19.
“Mobilitas internasional, rendahnya kesiapan fasilitas kesehatan, dan belum ditemukannya obat-obatan dan vaksinasi,” sebut Wiku dalam konferensi persnya yang mengacu soal alasan lain munculnya gelombang pertama Covid-19 dalam waktu bersamaan, Kamis 7 Oktober 2021.
Gelombang kedua, kata dia, terjadi akibat kemunculan dan distribusi varian baru seperti Alpha, Gama, dan Delta di beberapa negara sebagai contoh Inggris, India, dan Afrika Selatan.
Bahkan, Wiku menyebut data dari 35 negara di dunia menyatakan bahwa mayoritas penyebaran harian baru di beberapa negara terjadi akibat pergerakan domestik yang memperparah varian impor seperti yang terjadi di negara-negara Eropa, Bangladesh, Thailand, dan Indonesia.
“Sedangkan di Spanyol, Jepang, dan Korea Selatan, peningkatan signifikan akibat penularan di komunitas atau klaster, sehingga penderita Covid-19 umumnya berasal dari kelompok yang sama. Contohnya ibu hamil dan anak-anak di Spanyol dan perkantoran di Jepang,” sebut Wiku.
Untuk gelombang ketiga yang saat ini terjadi di Amerika Serikat, Wiku menjelaskan hal itu disebabkan oleh distribusi varian baru yaitu R1 dan varian Mu di Kolombia. Dia menyebut ada faktor lain yang melatarbelakangi terjadinya gelombang ketiga.
“Pembukaan sektor sosial ekonomi yang tidak disertai dengan protokol kesehatan yang tinggi, menyebabkan lonjakan kasus di Singapura, beberapa negara di Eropa dan Afrika,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia menegaskan agar kegiatan produktif yang dibuka secara bertahap harus dibarengi dengan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini merupakan kunci untuk mencegah gelombang baru.