Nasional

Jawa Barat Berkontribusi Besar Dalam Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Oleh: Icheiko Ramadhanty Rabu 06 Okt 2021, 11:23 WIB
ILUSTRASI. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat melepas tugas Tim Pemburu Vaksin Covid-19 di Kantor Kejaksaan Negri Kota Bogor. (Dok Polresta Bogor Kota)

TEBET, AYOJAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memaparkan data kesembuhan Covid-19 secara mingguan di Indonesia. Dia membeberkan, persentase angka kesembuhan terus meningkat.

“Di minggu ini, rata-rata persentase kesembuhan telah mencapai 95,77%. Angka ini terus meningkat dibandingkan persentase kesembuhan pada saat lonjakan kasus yang sebesar 80,23%,” ungkap Wiku dalam konferensi persnya, Rabu 6 Oktober 2021.

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat lima provinsi yang mencatat tingkat kesembuhan mingguan tertinggi. Dari lima provinsi itu, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama yang paling berkontribusi terhadap angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia, dengan kesembuhan pada minggu ini yaitu 1.843 kasus sembuh.

Lalu posisi kedua diduduki oleh Provinsi Jawa Timur (1.727 kasus sembuh), posisi ketiga ada Provinsi Jawa Tengah (1.652 kasus sembuh), posisi keempat ada Provinsi Sumatera Utara (1.412 kasus sembuh), dan terakhir ada Provinsi Bali (1.251 kasus sembuh).

“Sejak awal Agustus hingga sekarang, penambahan kesembuhan konsisten lebih besar daripada penambahan kasus positif harian. Sebelumnya pada lonjakan kasus kedua, kasus positif bertambah lebih besar daripada kesembuhan harian,” jelas Wiku.

Penurunan kasus yang diiringi oleh tingkat kesembuhan dihasilkan dari dampak positif kebijakan PPKM, baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan agar masyarakat tidak euforia berlebihan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. Dia meminta agar seluruh pihak tetap waspada terhadap varian baru.

"Hari ini berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri, namun Wakil Presiden dalam Ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu kembali," ujar Luhut dalam konferensi persnya beberapa hari yang lalu. 

Reporter Icheiko Ramadhanty
Editor Firda Puri