TEBET, AYOJAKARTA – Vaksin Covid-19 buatan Amerika Serikat (AS), Moderna, menghasilkan dua kali lipat lebih banyak antibodi dibanding vaksin Pfizer buatan AS-Jerman. Hal ini berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan oleh sebuah rumah sakit besar di Belgia.
Proses penelitian itu membandingkan respons imun terhadap inokulasi (pemindahan bakteri) pada 2.500 pekerja di rumah sakit tersebut. Penelitian tersebut dilakukan pada individu yang belum terinfeksi Covid-19 namun belum mendapatkan dua dosis vaksin Moderna yang memiliki antibodi sebanyak 2.881 unit per milliliter dan pada individu serupa namun sudah mendapatkan dua suntikkan dari vaksin Pfizer yang memiliki antibodi sebanyak 1.108 unit per milliliter.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang sebelumnya terinfeksi memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak terinfeksi. Namun penelitian itu mengungkap, vaksin Moderna -3,02% lebih unggul untuk kedua kelompok itu.
Dilansir dari BNN Bloomberg, hasil penelitian tersebut baru diterbitkan Senin lalu (30/8/2021) di Journal of American Medical Association. Dimana perbedaan hasil penelitian itu adalah:
- Jumlah bahan aktif lebih tinggi di dalam vaksin Moderna, yaitu 100 mikrogram jika dibandingkan dengan 30 mikrogram dalam vaksin Pfizer.
- Interval yang lebih lama juga mempengaruhi, yaitu empat minggu untuk vaksin Moderna dan tiga minggu untuk vaksin Pfizer.
Di Indonesia, kedua vaksin tersebut sudah didistribusikan kepada masyarakat, baik untuk dosis ketiga di kalangan tenaga kesehatan maupun dosis pertama untuk kalangan masyarakat umum.
Per tanggal 30 Agustus 2021, Indonesia mengantongi 8.000.160 dosis vaksin Moderna yang merupakan hasil hibah dari Amerika Serikat (AS) melalui jalur COVAX Facility. Untuk vaksin Pfizer, Indonesia membeli total 50 juta dosis, namun baru 1.560.780 dosis vaksin Pfizer mendarat di Tanah Air pada pertengahan Agustus lalu.