TEBET, AYOJAKARTA -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja baru saja menutup gelombang 18 pada pukul 12.00 WIB, Kamis 19 Agustus 2021. Pada gelombang 18, akan ada 800 ribu penerima yang berhak mendapatkan insentif sebesar Rp 3,55 juta.
Program semi bantuan sosial (bansos) ini mewajibkan para penerimanya untuk mengerjakan pelatihan terlebih dahulu, sebelum mendapatkan uang insentif. Pelatihan yang dilakukan masih secara online atau daring.
Namun, berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini pemerintah sedang menyiapkan pelatihan secara offline atau tatap muka. Hal ini juga dibenarkan oleh Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.
"Pelatihan offline sedang dipersiapkan," ujar Louisa kepada awak media, Kamis 19 Agustus 2021.
Kendati begitu, Louisa tidak membeberkan lebih lanjut terkait kapan pelatihan Kartu Prakerja secara tatap muka dapat terselenggara.
Rencananya pemerintah akan menggandeng lembaga vokasi untuk memaksimalkan pemberian pelayanan program Kartu Prakerja. Pemerintah meyakini Kartu Prakerja dapat bertransformasi dan dikelola dalam wadah yang lebih besar.
Sejak resmi diluncurkan tahun 2020, program Kartu Prakerja dilanjutkan di tahun 2021. Hal ini mengingat masih banyaknya masyarakat yang terdampak pandemi.
Di tahun 2021, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 20 Triliun untuk Kartu Prakerja. Anggaran itu dibagi menjadi dua semester dengan masing-masing Rp 10 Triliun.