TEBET, AYOJAKARTA – Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 batch dua resmi memasuki hari ketiga sejak dimulai pada 31 Mei 2021. Program yang diperuntukkan untuk jurnalis, khususnya di kanal pendidikan ini, diinisiasi oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology and Innovation.
Salah satu pemateri yang hadir dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 yaitu seorang wartawan senior sekaligus Kepala Litbang The Jakarta Post, Frans Surdiasis. Dia mengingatkan bahwa tugas utama wartawan adalah membantu masyarakat memahami secara baik terhadap apa yang terjadi di suatu daerah dan di Indonesia secara keseluruhan, baik secara pendidikan dan bidang lainnya.
“Sehingga nantinya membantu publik untuk membuat keputusan terhadap persoalan dan memahami lingkungannya. Salah satunya dengan pemberitaan yang menghadirkan fakta secara baik,” ujar Frans dalam materi pemaparannya yang dilakukan secara daring, Rabu 2 Juni 2021.
Salah satu cara terbaik agar wartawan dapat menghadirkan suatu fakta, kata Frans, yaitu dengan data. Dia menilai pentingnya pemberitaan melalui riset dalam jurnalistik, sehingga data yang dihadirkan oleh suatu berita dapat memunculkan sense of professionalism.
Hal itu juga yang menjadi tanggapan Frans terkait dengan konten pemberitaan media-media Indonesia pada akhir-akhir ini. Dimana, banyak media yang menjadikan hal viral di media sosial menjadi objek pemberitaan.
“Banyak yang tidak melalui editing dengan baik. Banyak sekali konten yang tidak difasilitasi dengan baik saat ini. Ini salah satu tantangan kita. Kita perlu menyegarkan kembali profesi kita sebagai jurnalis secara luas,” ungkap Frans.
Menurutnya, salah satu instrumen penting jika seorang wartawan ingin mendudukkan fakta dan data, yaitu melalui jurnalisme data. Dia mendefinisikan jurnalisme data sebagai jurnalisme yang dikerjakan dengan data.
“Ini simple tetapi menggambarkan dengan baik semangat jurnalisme kita,” kata dia.
Terdapat dua pilar penting tentang bagaimana seorang wartawan mengembangkan jurnalisme data. Dua pilar yaitu mindset dan keterampilan teknis.
“Mindset untuk keinginan menghasilkan jurnalisme data. Keterampilan teknis soal membuat grafik, mengembangkan data, dan lainnya,” beber Frans.
Lantas, mengapa jurnalisme data diperlukan bagi seorang wartawan dalam menulis berita? Frans mengatakan ada tiga hal yang mendasarinya yaitu lingkungan (dunia) yang semakin kompleks, informasi yang tidak lagi cukup, dan untuk keluar dari kritik lama.
Begitu pentingnya jurnalisme data, Frans membeberkan kepada para wartawan tentang bagaimana mendapatkan data. Pertama, wartawan dapat memulai dengan pertanyaan tentang data atau informasi yang diperlukan, ide berita, dan data untuk mendukung ide berita. Kedua, yaitu dengan membuat sebuah daftar kebutuhan data yang akan menunjang dan memperkaya berita yang ditulis.