TEBET, AYOJAKARTA.COM - Di tengah maraknya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap II di Tanah Air, beredar kabar yang cukup mengejutkan publik terkait nama eks Menteri Kesehatan,Terawan Agus Putranto yang tercantum bakal menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Spanyol.
Informasi ini didapat dari sumber Ayojakarta yang merilis daftar 32 nama para calon Duta Besar RI yang akan dilantik. Satu nama dari daftar tersebut adalah Terawan Agus Putranto, yakni mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI.
Selain nama Terawan, juga ada beberapa nama lainnya seperti Rosan Roeslani yang merupakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Menurut daftar tersebut, Rosan didapuk sebagai calon Dubes RI untuk Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Berikut bunyi tangkapan gambar bertuliskan Kepala Perwakilan/Dutas Besar Periode II/2020:
1. Abu Dhabi: Extend
2. a. Amman: Ade Padmo Sarwono
3. Athena: Bebeb A. K. N Djundjunan
4. Bogota: Tatang B. U Razak
5. Bratislava: Pribadi Sutiono
6. Canberra: Siswo Pramono
7. Dar Es Salam: Triyogo Jatmiko
8. Dhaka: Heru Subolo
9. Dili: Okto Manik
10. Kabul: Gina Yoginda
11. Kolombo: Dewi Tobing
12. Kyiev: Ghafur AD
13. Lisabon: Rudy Alfonso
14. Madrid: Terawan A. Putranto
15. Manama: Ardi Hermawan
16. New Delhi: Ina Khrisnamurti
17. Nur Sultan: M. Najib
18. Ottawa: Tumpal Simandjuntak
19. Paris: M. Oemar
20. Riyadh: Zuhairi Misrawi
21.Roma: M. Prakosa
22. Seoul: Gandi Sulistyanto
23. Tunis: Abdul Azis
24. Warsawa: Anita Luhulima
25. Washington, DC: Rosan P. Roeslani
26. Wellington: Fientje M. Suebu
27. Wina: Damos D. Agusman
28. Zagreb: Suwartini Wirta
29. Kuwait: Lena Maryana Mukti
30. PTRI ASEAN: Derry Amman
31.PTRI JENEWA: Febryan Rudyard
32. PTRI NEW YORK: Armananta Natsir
Ayojakarta pun mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Saat dihubungi, Kemlu mengatakan tidak bisa memberikan konfirmasi perihal nama-nama calon dubes, khususnya membenarkan info Terawan dan Rosan yang namanya tercantum dalam daftar.
"Saya tidak bisa konfirmasi," kata Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah kepada Ayojakarta, Jumat (19/2/2021).
Faizasyah berujar, dalam adab diplomasi, nama-nama calon dubes tidak boleh diungkapkan ke publik. Dia mengatakan, nama calon dubes boleh diungkapkan ke publik setelah memperoleh persetujuan dari negara yang dituju.
"Selain itu, perlu diketahui, dalam praktek dan adab diplomasi, nama-nama calon dubes tidak dibuka ke publik sampai diperoleh persetujuan dari negara yang dituju atas calon yang diajukan. Terima kasih," pungkasnya.