Nasional

Covid-19 Tinggi, PSI Minta Pemprov DKI Waspadai Kerumunan Massa Penerima Bantuan Sosial Tunai

Oleh: Admin Senin 18 Jan 2021, 15:20 WIB
ilustrasi penyaluran bantuan sosial. (Ayobandung.com/Tri Junari)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Terhitung sejak 13 Januari, Pemerintah Pusat mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) menggunakan Dana APBN melalui Kantor Pos di beberapa titik di DKI Jakarta. 

Rencananya dana tersebut akan diberikan selama periode 4 bulan, yakni Januari hingga April 2021 senilai Rp 300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

AYO BACA : Kekuatan Militer Indonesia Peringkat 16 Dunia, AS Nomor Satu

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mewaspadai munculnya permasalahan lain terkait hal tersebut. PSI meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewaspadai adanya kerumunan massa pada titik-titik penyaluran BST, terlebih angka penambahan kasus aktif Covid-19 di Jakarta semakin melonjak hingga 3.536 kasus per 16 Januari lalu.

“Pemprov DKI harus tetap memberikan pengawasan, harus memastikan keamanan dan keselamatan warga dalam penyaluran BST,” ujar anggota Komisi A Fraksi PSI, August Hamonangan, dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Senin (18/1/2021).

AYO BACA : Indonesia Kembali Kehilangan Ulama, Habib Muhammad bin Ahmad al-Attas Meninggal Dunia

Dia meminta agar Satgas Covid RT/RW dan kelurahan dilibatkan untuk mengawasi jalannya penyaluran BST, termasuk memastikan protokol kesehatan, terutama penjagaan jarak dan penggunaan masker yang benar di fasilitas umum, seperti diatur oleh Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

“Jangan sampai membahayakan petugas yang ada di lapangan atau warga penerima BST, karena adanya kerumunan atau pemakaian masker secara tidak benar,” tambahnya. 

Penyaluran BST amat sangat dinantikan warga akibat panjangnya pandemi Covid-19 hal ini terlihat dari kenaikan warga miskin sebesar 118 ribu orang, per Maret 2020 lalu. 

Dia memintta Pemprov DKI memperhatikan benar proses penyaluran BST dan meminimalisir permasalahan teknis yang dialami warga seperti kartu ATM hilang, lupa PIN kartu ATM, hingga lupa hari penyaluran. 

“Warga harus terus didampingi, informasi BST dan proses penyalurannya harus jelas tersampaikan. Sebarkan secara daring, tempel di RT/RW hingga Kelurahan. Buka kanal aduan agar warga yang tidak menerima atau tau ada warga yang menerima BST ganda bisa mengadu,” kata dia. 

AYO BACA : Syarat Wajib yang Harus Dipenuhi Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 12

Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah