Nasional

Anggota Komisi X Berharap Pemerintah Tegas dalam Penerapan PPKM Jawa – Bali

Oleh: Admin Rabu 13 Jan 2021, 14:36 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali mendapatkan perhatian dari anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi.

PPKM yang diberlakukan mulai 11 Januari – 25 Januari 2021 diharapkan Yoyok Sukawi bisa berdampak positif terhadap kondisi negara yang tengah berperang melawan Covid-19.

Menurutnya, langkah pemerintah melaksanakan PPKM tersebut untuk menekan angka Covid-19 di Tanah Air. Namun hal itu harus dibarengi sikap tegas dari pemangku kepentingan agar PPKM berjalan sesuai yang diinginkan untuk menekan Covid-19.

AYO BACA : Komisi X DPR Sebut Gugus Tugas Belum Rekomendasi Kegiatan Olahraga

“Pemerintah juga harus tegas untuk penerapan PPKM supaya pandemi Covid-19 segera teratasi. Kegiatan PPKM tentu menimbulkan pro kontra,” tegas Yoyok Sukawi saat berbincang dengan Ayojakarta di Semarang, Rabu (13/1/2021)

“Sebagai contoh semua mitra kementerian saya di Komisi X merasakan dampaknya. Pariwisata, olahraga, dan pendidikan menjadi cukup terdampak. Namun kalau ini demi kebaikan bersama, semua harus mendukung,” ujar anggota Exco PSSI tersebut.

Ia lantas mencontohkan beberapa sektor yang sebetulnya akan kembali bangkit namun karena pemberlakuan PPKM menjadi tertunda kembali.

AYO BACA : Wacana Penghapusan Formasi Guru di Penerimaan CPNS, Begini Respons dari Anggota Komisi X

“Pariwisata misalnya, ini sektor yang banyak diandalkan masyarakat di kala normal. Namun di tengah pandemi Covid-19 memang harus kembali bersabar. Sekarang saatnya bareng-bareng dulu tekan angka Covid baru setelah itu bangkit pelan-pelan,” tandasnya.

“Terus di olahraga juga gitu. Kemarin beberapa cabor sudah mengajukan izin ke kepolisian terkait kompetisi. Sudah ada yang mau jalan, namun karena PPKM kembali ditunda,” imbuh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Yang terakhir sektor pendidikan, di awal tahun 2021 sebetulnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sempat memperbolehkan sekolah tatap muka apabila ada daerah atau orang tua murid yang berkenan.

Tetapi karena PPKM, kegiatan tersebut di beberapa daerah juga gagal dilaksanakan karena masih tingginya angka penyebaran Covid-19.

 “Sekarang ayo saatnya bareng-bareng sukseskan kegiatan PPKM ini. Kalau dua minggu ini hasilnya bagus, pasti pelan-pelan akan ada harapan dari sektor pariwisata, olahraga, dan pendidikan untuk kembali beraktifitas seperti yang diinginkan,” pungkas Yoyok.

AYO BACA : Yoyok Sukawi Respons Positif Pembubaran BOPI dan BSANK

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono