Nasional

Covid-19 di Indonesia Rekor Lagi! Nyaris 10 Ribu Kasus Sehari! (Update 7 Januari 2021)

Oleh: Admin Kamis 07 Jan 2021, 15:57 WIB
ilustrasi wabah virus corona/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Kamis (7/1/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 9.321 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 797.723 kasus.

Angka itu termasuk 114.766 kasus aktif, 659.437 total kasus sembuh dengan penambahan 6.924 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 23.520 kasus meninggal dunia dengan penambahan 224 kasus meninggal.

Hari ini merupakan rekor kasus tertinggi di Indonesia sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020, dengan jumlah sample sebanyak 68.019. Rekor kasus tertinggi di Indonesia sebelumnya terjadi pada 6 Januari yaitu sebanyak 8.854 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel 67.908.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

1 Januari: 8.072 kasus

2 Januari: 7.203 kasus

3 Januari: 6.877 kasus

4 Januari: 6.753 kasus

5 Januari: 7.445 kasus

AYO BACA : Waspada Klaster Rumah Kos, Satgas Pasar Baru Jakarta Pusat Lakukan Swab kepada Penghuni

6 Januari: 8.854 kasus

7 Januari: 9.321 kasus

Pemerintah pusat memberikan lampu hijau terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di beberapa provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, setelah menyelenggarakan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para gubernur se-Indonesia pada Rabu, (6/1/2021).

Airlangga menyebut setidaknya ada empat parameter pemerintah pusat mengimbau para gubernur untuk melakukan PSBB ketat kembali di wilayah masing-masing. Empat parameter tersebut adalah, tingkat kematian wilayah di atas rata-rata tingkat nasional atau 3%, tingkat kesembuhan wilayah di bawah rata-rata nasional yaitu di bawah 82%, tingkat kasus aktif wilayah di bawah rata-rata nasional yaitu 14%, dan tingkat keterisian rumah sakit untuk ruang ICU dan isolasi yang di atas 70%.

“Daerah-daerah yang mempunyai kriteria tersebut nanti gubernurnya akan membuatkan Peraturan Gubernur (Pergub),” ujar Airlangga.

Dia menyebut, untuk Provinsi DKI Jakarta seluruh wilayahnya termasuk ke dalam kriteria yang harus segera menerapkan kebijakan PSBB ketat.

“Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di provinsi Jawa dan Bali karena provinsi tersebut memenuhi salah satu dari 4 parameter yang ditetapkan. Jadi DKI Jakarta bed occupancynya di atas 70%,” sebut Airlangga.

Selain Provinsi DKI Jakarta, dia juga menyebut provinsi lain yang harus menerapkan PSBB secara ketat. Provinsi tersebut diantaranya adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Adapun penerapan pengetatan diantaranya membatasi tempat kerja dengan Work From Home (bekerja dari rumah), belajar mengajar tetap dilakukan secara daring, sektor esensial tetap diperbolehkan beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional dan protokol kesehatan, melakukan pembatasan jam buka pada kegiatan-kegiatan di pusat perbelanjaan hingga pukul 7 malam, makan dan minum di tempat dengan maksimal 25%, fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara, dan pengaturan pada moda transportasi publik. 

AYO BACA : PSI Minta Pengetatan Aturan Jam Malam dan Wajib Tes Antigen Diperpanjang

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati