GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, sebanyak 237 dokter meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Akibatnya, jumlah tenaga kesehatan di Indonesia menjadi terbatas.
"Tenaga kesehatan terbatas. Sampai saat ini telah 237 dokter yang meninggal," demikian diungkapkan Wiku melalui keterangan resmi dilansir covid19.go.id, Selasa (5/1/2021) kemarin.
Wiku berujar, tren kematian akibat Covid-19 mengalami peningkatan pada Oktober 2020. Keadaan itu terus berlanjut, sehingga pada Desember 2020 tingkat kematian kembali meningkat.
"Di mana tren jumlah (kematian) terus meningkat sejak Oktober 2020, terutama pada Desember 2020," tuturnya.
Selain itu, Wiku juga membeberkan, jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 mengalami tingkat keterisian yang cukup tinggi berdasarkan data per 2 Januari 2021.
AYO BACA : Jadwal Vaksinasi Covid-19, Jubir Kemenkes: Vaksinasi Tanggal 13 Hanya Perkiraan, Bukan Tanggal Pasti
Ia mengatakan, tren keterisian yang cukup tinggi di awal tahun ini tidak bisa terlepas dari jumlah pasien Covid-19 yang masih bertambah.
"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Di beberapa daerah keterisian tempat tidur per 2 Januari, sudah melebihi 70%," ujar Wiku.
Lebih rinci, Wiku menyebutkan sejumlah daerah yang persentase tempat tidurnya mulai meningkat.
Di antaranya di provinsi DKI Jakarta 84,74%, Banten 84,52%, DI Yogyakarta 83,36%, Jawa Barat 79,77%, Sulawesi Barat 79,31%, Jawa Timur 78,41%, Jawa Tengah 76,27%, Sulawesi Selatan 72,40%, dan Sulawesi Tengah 70,59%.
"Hal ini jadi alarm, bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis," ungkap Wiku.
AYO BACA : Jadwal Vaksinasi Covid-19: Tahap Pertama, Jabar Sasar 44 Ribu Nakes