TEBET, AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Selasa (5/1/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 7.445 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 779.548 kasus.
Angka itu termasuk 110.693 kasus aktif, 645.746 total kasus sembuh dengan penambahan 6.643 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 23.109 kasus meninggal dunia dengan penambahan 198 kasus meninggal.
Rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 4 Desember yaitu sebanyak 8.369 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel tes mencapai 62.397.
Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:
30 Desember: 8.002 kasus
31 Desember: 8.074 kasus
1 Januari: 8.072 kasus
AYO BACA : JADWAL VAKSINASI COVID-19: BPOM Terus Kawal Mutu & Keamanan Vaksin Sinovac
2 Januari: 7.203 kasus
3 Januari: 6.877 kasus
4 Januari: 6.753 kasus
5 Januari: 7.445 kasus
Pemerintah telah selesai mendistribusikan vaksin Sinovac ke 34 provinsi di Indonesia. Hari ini merupakan proses terakhir dari pendistribusian vaksin ke dua provinsi, yaitu Jawa Barat dan Sulawesi Barat.
Juru Bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan gelombang vaksin selanjutnya, yang sedang uji mutu terlebih dahulu. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah vaksin Sinovac yang sedang menjalani uji coba tahap 3 di Bandung.
“Semua vaksin yang datang adalah vaksin yang sama sedang di uji klinis di Bandung. Penggunaanya menunggu izin Emergency Use Authorization dari BPOM,” ujarnya kepada Ayojakarta, Selasa (5/1/2021).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menuturkan bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan perdana dilakukan pada 13 Januari 2021. Nantinya, penyuntikkan ini diikuti secara serentak di 34 provinsi di Indonesia.
AYO BACA : Vaksinasi Covid-19: Bio Farma Masih Tunggu Laporan Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac di Bandung