Nasional

Vaksinasi Covid-19: Bio Farma Masih Tunggu Laporan Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac di Bandung

Oleh: Admin Selasa 05 Jan 2021, 15:32 WIB
sebagai ilustrasi. Vaksinasi anticovid-19 di Indonesia dilakukan serempak mulai 13 Januari. Bio Farma masih menunggu hasil uji klinis fase 3 di Bandung/ Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah telah selesai mendistribusikan vaksin Sinovac ke 34 provinsi di Indonesia. Hari ini merupakan proses terakhir dari pendistribusian vaksin ke dua provinsi, yaitu Jawa Barat dan Sulawesi Barat.

Lantas, apa yang akan dilakukan setelah vaksin-vaksin tersebut sudah sampai di 34 provinsi di Indonesia?

Juru Bicara PT Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan gelombang vaksin selanjutnya, yang sedang uji mutu terlebih dahulu. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah vaksin Sinovac yang sedang menjalani uji coba tahap 3 di Bandung.

“Semua vaksin yang datang adalah vaksin yang sama sedang di uji klinis di Bandung. Penggunaanya menunggu izin Emergency Use Authorization dari BPOM,” ujarnya kepada Ayojakarta, Selasa (5/1/2021).

Ketika ditanya mengenai proses uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, Bambang menuturkan uji klinis masih menunggu laporan dari tim uji klinis.

Pemerintah cukup optimis untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada kuartal I 2021. Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tramidzi, mengatakan pihaknya akan memulai vaksinasi pada minggu ke-2 atau 3 dari Januari 2021.

Bahkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menuturkan bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan perdana dilakukan pada 13 Januari 2021. Nantinya, penyuntikkan ini diikuti secara serentak di 34 provinsi di Indonesia.

AYO BACA : Penyuntikkan Perdana Vaksin Covid-19 Dilakukan 13 Januari. Siapa yang Pertama Disuntik? Ini Orangnya!

Selain itu, dia juga membeberkan bahwa orang yang pertama kali disuntikkan vaksin Covid-19 adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1) di Jakarta oleh Bapak Presiden," ujar BGS dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (5/1/2021).

Budi menjelaskan, vaksinasi massal yang akan dilakukan di 34 provinsi bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik, dalam program vaksinasi gratis bertahap.

Nantinya, tahapan vaksinasi akan diawali dengan tiga kelompok, yakni kelompok pejabat publik pusat dan daerah, pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan Key Leader kesehatan daerah, serta tokoh agama daerah.

"Arahan Bapak Presiden jelas, akan dilakukan secara serentak, diawali di pusat, kemudian dilanjutkan di daerah, melibatkan tokoh masyarakat dan kalau ada tokoh kesehatan atau figur dokter yang berpengaruh, misalnya, untuk diikutsertakan," ucap Budi.

Budi juga meminta kepala daerah agar mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, dimana nantinya akan dibagi menjadi dua tahap.

"Bapak/Ibu Gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14-15 kita akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi. Kemudian untuk proses vaksinasi, terutama tenaga kesehatan, tolong dibagi dalam dua tahap," jelasnya.

"Arahan dari Bapak Presiden, karena kemungkin

AYO BACA : Ini Kandungan Vaksin Anticovid-19, Tak Ada Microchips Sama Sekali

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati