Nasional

Kurva Pandemi Corona Tinggi, Epidemiolog Sanksikan Keberhasilan Vaksinasi Anticovid-19

Oleh: Admin Minggu 03 Jan 2021, 09:00 WIB
ilustrasi relawan vaksin anticovid-19/ Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Vaksinasi Covid-19 di Indonesia berpotensi melenceng dari tujuan menciptakan kekebalan lantaran kurva pandemi Covid-19 masih terbilang tinggi. Itu dikemukakan Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

"Keberhasilan vaksinasi lebih mudah terjadi pada kondisi kurva pandemi yang sudah melandai. Fakta yang terjadi di Indonesia kurvanya masih terus naik, dikhawatirkan menjadi tidak efektif atau butuh waktu lebih lama menciptakan herd immunity," kata Dicky dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id - jaringan Ayojakarta, Sabtu (2/1/2021).

Dicky mengungkapkan kondisi pandemi Covid-19 bisa saja terus memburuk karena penyebaran virus dalam kondisi tak terkendali. Kondisi ini berpotensi terus berlangsung selama menunggu vaksin yang akan disuntikkan secara bertahap.

AYO BACA : Selama Pandemi 504 Nakes Wafat, IDI: Kematian Nakes di Indonesia Tertinggi se-Asia

"Akibat terburuk pandemi tidak terkendali yang dikawatirkan selain banyaknya kematian adalah timbulnya strain baru yang merugikan," ujar Dicky.

Selain itu, Dicky mengatakan dengan semakin banyak orang yang positif di tengah masyarakat mengakibatkan orang usia lanjut dan komorbid semakin terancam jiwanya. Kekhawatiran Dicky berlanjut akibat hunian rumah sakit yang penuh hingga mereka bisa saja tak terselamatkan.

"Inilah yang akan meningkatkan angka kematian di Indonesia," ungkap Dicky.

AYO BACA : Cara Cek Bantuan PKH 2021 di dtks.kemensos.go.id

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati